Nasional

Begini Prosesi Jamasan Pusaka Presiden di Situs Ndalem Pojok

71
×

Begini Prosesi Jamasan Pusaka Presiden di Situs Ndalem Pojok

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto; Ritual Jamasan Pusaka Presiden RI Pertama, Jum'at (04/08/2023)

Mediapublik.co Kediri-Prosesi jamasan Pusaka Bung Karno Presiden RI Pertama di Situs Ndalem ternyata mengandung unsur pendidikan kebangsaan. Dengan prosesi yang panjang, persiapan yang cukup dan bahan-bahan yang khusus. Inilah yang kemarin dilajani di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri Jum’at malam bulan Suro (04/08/2023).

Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri mengatakan, butuh waktu sekitar satu pekan dan persiapan untuk melangsungkan ritual penyucian hingga jamasan.

“Pertama kita telah melakukan ritual pelepasan warangka, baju pusaka. Kemudian setelah dilepas, pusaka direndam selama tiga hari sampai satu Minggu,” tutur Kus itu.

Selama direndam, dua pusaka Presiden Soekarno yang bernama Kiai Gadakan ini diremdam dengan air campuran buah mengkudu, serta digosok memakai jeruk nipis.

Lalu setelah dicuci bersih, pusaka dibilas menggunakan air kembang setaman kemudian dijemur.

Selanjutnya diolesi dengan warangan, setelah itu dicuci lagi menggunakan air pronojiwo, baru kemudian dibaluri dengan minyak khusus.

“Minyak khusus ini terbuat kelapa gading, tapi pembuatnya haruslah orang tua atau nenek-nenek yang sudah tidak menstruasi,” terang Kus.

Setelah diberi minyak ini baru kita lakukan ujuban dan didoakan melalui slametan dengan mengundang tetangga sekitar khusus yang sudah tua dan terahir jamasan.

“Kalau dahulu persiapannya harus puasa satu bulan pemuh bulan Suro dan kalau selamatan keris, harus yang hadir harus orang-orang tua, tidak pemuda apalagi anak-anak,” ujarnya.

Namun sekarang zamam agak berbeda, Kus mengatakan cari orang sepuh agak kesulitan sulit, puasa satu bulan penuh belum mampu, namun setidaknya waktu prosesi pengerjaan dalam keadaan puasa minimal 7 atau 3 hari.

“Semalam Jamasan selesai sekitar pukul sebelas malam. RItual Jamasan kita lakukan bersama Mas M.Ng.Erwan Yudiono Hadi Projo pengurus komunitas pelestari sejarah budaya kadhiri,” tambahnya.

Jamasan pusaka juga menggunakan sesaji yang beraneka ragam.

“Untuk jamasan ada cuk bakal, kembang setaman, kembang tiga warna, kembang panca warna. Ada wayang, bendera sang merah putih juga payung pusaka. Selain itu ada air yang diambil dari tujuh mata air. Sumber Sugih Waras, sumber Centong, sumber Ubalan, sumber Kwak, sumber Jumprit, sumur Ndalem Pojok hingga sumber di Gunung Padang Jawa Barat,” terang Erwan Yudiono.

Bagi Ndalem Pojok prosesi Jamasan Pusaka itu mengandung unsur pendidikan kebangsaan.

“Bagi kami pusaka itu adalah simbol. Simbol jati diri, kemuliaan, dan keluhuran budi bangsa Indonesia. Dan kemulyaan itu harus dijaga, jangan dikotori. Untuk itu pada waktunya harus ada proses penyucian, makanya puasa,” tambah Kushartono.

Alhamdulillah setelah prosesi Jamasan pusaka Presiden Soekarno ini kami hiknah, mendapat pengertian bahwa Bung Karno seoalah-olah ingin mengatakan, kita ini punya pusaka, bangsa ini punya pusaka, yang harus dijaga bahkan disucikan. Karena ini bertepatan bulan Agustus maka kami mendapat inspirasi, dua pusaka itu adalah pusaka bangsa dan negara,
dua azimat Kemerdekaan Bangsa dan anugerah berdirinya NKRI.

Mari kita jaga dua hal itu, jangan sampai bangsa ini kehilangan kemerdekaan bangsa dan kehilangan kecintaan terhadap NKRI.

Dua itu hilang kita menjadi gelandangan selamanya. Ini pemahaman yang kami dapatnya dalam Jamasan dua pusaka Presiden RI, pungkasnya.*

(Kushartono/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Mediapublik.co Pelabuhan Ratu-Panas dingin hubungan Amerikan dan China yang diprediksi sewaktu-waktu bisa meletus, nampaknya mendorong semangat warga besar thoriqoh Shiddiqiyyah bergotong royong mensukseskan membangun Pesantren Hayya Alash Sholaah di Pelabuhan Ratu yang diyakini akan menjadi salah satu benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia bahkan diyakini pula Indonesia akan mampu menjadi pusat perdamaian dunia. Rencananya pesantren yang dibangun secara gotong royong dengan biaya milyaran rupiah di Ds. Karangpapak Kec. Cisolok Kab. Pelabuhan Ratu ini akan diresmikan pada Minggu (15/10/2023) mendatang. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Shiddiqiyyah mengatakan warga thoriqoh dengan penuh semangat secara mandiri mengumpulkan dana tanpa membuat proposal. “Kami dididik oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Muchtar Mu’thi untuk cinta tanah air Indonesia, dan beliau juga sering mengingatkan haqqul yakin insyaallah Indonesia akan menjadi imam perdamaian dunia. Makanya warga Shiddiqiyyah penuh semangat mengumpulkan dana hingga milyaran rupiah untuk pembangunan pesantren ini,” ujar Joko Herwanto, S.Sos. Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID). Jum’at (12/10/2023). Pesantren yang dibangun diatas lahan seluar 5 hektar ini diperkirakan telah menghabiskan dana sekitar 8 milyar. “Pembangunan dengan peletakan batu pertama pesantren ini pada tahun 2019 secara ikhlas kita persembahkan pesantren ini untuk bangsa dan NKRI. Jika ditotal semuanya hampir 8 milyar rupiah,” ujar Joko Herwanto, S.Sos. Mengutip keterangan…

Nasional

Mediapublik.co Jawa timur – Jamaah thoriqoh yang berpusat di Jombang Jawa Timur mampu memberikan santun yang nilainya mencapai milyaran rupiah, namun mereka mengaku bukan karena jamaah thoriqoh yang bermana Shiddiqiyyah ini adalah orang-orang kaya, tapi karena kesadaran dan cinta tanah air Indonesia. Bertajuk Tasyakuran Maulidin Nabi Muhammad SAW dan Hari Ulang Tahun Dhilaal Berkat Rahmat Allah Shiddiqiyyah Ke-23 Santunan Nasional Ke-19, Dana santunan milyaran rupiah itu diberikan khusus kepada anak yatim dan fakir miskin dan menariknya kegiatan seperti ini sudah berjalan bertahun-tahun dan digelar secara nasional. “Untuk tahun ini secara nasional acara kita pusatkan di Hotel Yusro Jombang. Besok Selasa 17 Robi’ul Awwal bertepatan 03 Oktober 2023,” kata Kuswanto Ketua Panitia Santunan Nasional Dhilaal Berkat Rahmat Allah Shiddiqiyyah. Menurut Kuswanto selain di Jombang acara juga digelar diberbagai provinsi, kota dan kabupaten diseluruh Indonesia. “Santunan Nasional ini, ya nasional, diselenggarakan secara serentak di 25 Propinsi, 160 Kabupaten/Kota serta Perwakilan Luar Negeri Malaysia, Singapore dan Australia. Pada tanggal, bulan, hari dan jam yang sama diseluruh Indonesia. Insya Allah santunan hingga milyaran rupiah, tahun lalu sekitar empat milyar lebih,” terang Kuswanto. Meski demikian menurut Pria kelahiran Pekalongan ini, terselenggaranya Santunan hingga menasional ini bukan karena jamaah Shiddiqiyyah itu orang-orang yang kaya. “Kita semua…

Nasional

Mediapublik.co Kediri-Kabar baru yang diyakini sebagai bukti berdirinya Negara Republik Indonesia tahun 1945 diungkapkan oleh pengurus Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri. Yang menarik dalam akte tersebut yang disimpan tersebut tertulis tanggal 18 Agustus 1945 bukan pada tanggal 17 Agustus 1945 yang disahkan dalam Rapat Panitia Kemerdekaan Indonesia. Ketua Yayasan Panji Saputra RM. Kuswartono, SE, MS.i mengatakan sudah lama ia menyimpan dokemen ini namun sengaja baru kali ini dirinya membuka kepada publik secara luas. “Kami sudah lama menyinpan dukumen ini dan kami meyakini inilah saat yang tepat untuk diungkapkan kepada public agar masyarakt tahu bahwa negara kita Republik Indonesia tercinta ini bukan berdiri pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tanggal 17 Agustus itu kita baru merdeka atas nama bangsa Indonesia sehari setelahnya didirikanlah Negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945,” aku Kuswartono yang juga Dewan Penasehat Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri. Kamis (10/08/2023). Dalam dokumen itu tertera paling atas dengan huruf besar “RAPAT PANITIA KEMERDEKAAN INDONESIA” kemudian dibawahnya tertulis “Rapat Panitia Kemedekaan Indonesia dalam sidang pada 18, boelan 8, th. 2605 di gedung Komonfu. 1. Telah menetapkan Oendang-Oendang Dasar Negara Republik Indonesia. 2. Telah memilih sebagai Presiden Republik Indonesia P.T. Soekarno dan Wakil…