Hukum dan Kriminal

Kapolres Serang Cek Dugaan Penilepan Ratusan Juta Duit CSR Oleh Kades Pagintungan

66
×

Kapolres Serang Cek Dugaan Penilepan Ratusan Juta Duit CSR Oleh Kades Pagintungan

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto; Kapolres Kabupaten Serang, AKBP Wiwin Setiawan. Selasa (1/8/2023)

Mediapublik.co Serang – Terkait adanya kabar dugaan penyelewengan ratusan juta duit Corporate Sosial Rssponsobility (CSR) oleh Kepala Desa (Kades) Pagintungan, Kecamatan Jawilan. Uang tersebut yang diberikan oleh perusahaan galian pasir milih PT.AUM untuk masyarakat.

Hal tersebut mendapatkan tanggapan serius dari Kapolres Kabupaten Serang, AKBP Wiwin Setiawan. Menurut orang nomor satu di lingkungan kepolisian Polres Kabupaten tersebut, dia akan mengecek apakah ada pemanggilan oleh Kasat Reskrim atau tidak.

“Terimaksih informasinya kang, saya akan cek terlebih dulu ke Kasat Reskrim ya kang,” singkat pria berpangkat melati dua dipundak tersebut kepada redaksi media mediapublik.co saat dihubungi lewat pesan WhatsAapnya, Selasa (1/8/2023).

Sebelumnya diberitakan adanya dugaan penyelewengan ratusan juta uang Corporate Sosial Rssponsobility (CSR) oleh Kepala Desa (Kades) Pagintungan, Kecamatan Jawilan.

“Selama PT AUM beroperasi sekitar tujuh bulan di RW 05 Pagintungan, warga, tokoh masyarakat dan RT yang berada di wilayahnya tidak pernah menerima uang CSR tersebut. Pernah diundang hadir ke lokasi penambangan, dan di janjikan akan di berikan uang oleh pihak perusahaan galian, yang diperuntukkan keperluan umum masyarakat,” kata salah seorang warga Kampung Cikasantren, Sahrudin.

“Kami diundang hadir ke lokasi penambangan, sesampainya di lokasi kami di beritahukan oleh Polisi beranma Tatang beliau Kanit di polres Serang, ada juga bos dari PT. AUM, pak Irwan namanya, hadir juga jaro/kades.” cerita Sahrudin.

Lebih lanjut. Sanudin mengatakan bahwa, polisi yang mengaku dinas di Polres Serang menjelaskan jika PT. AUM tersebut akan memberikan uang setiap sebulan sekali untuk masyarakat.

“Memang pada waktu kumpul itu tidak diberitahukan berapa jumlah yang akan diberikan, namun intinya pihak perusahaan galian memberi tahu pada Kami, bahwa akan ada uang setiap bulannya dari PT. AUM, tapi sampai saat ini, kami tidak pernah menerima sepeserpun uang yang di janjikan tersebut.” ucap Sanudin.

Kemudian, warga yang tinggal di area tersebut pun berinisiatif menanyakan hal itu pada pihak perusahaan galian pasir. Namun, kata Sahrudin, pihak perusahaan galian menegaskan bahwa uang tersebut sudah diberikan setiap bulannya selama tujuh bulan.

Sementara itu, perwakilan perusahaan galian dari PT AUM, Apuy menjelaskan kepada warga, bahwa ia menyaksikan pada saat perwakilan warga menanyakan uang tersebut ke kantor PT. AUM.

” Ya, walaupun saya perwakilan PT AUM, pada waktu itu yang menjelaskannya langsung oleh bos, bahkan bos memperlihatkan bukti transfer uang untuk masyarakat RW 05 sudah di berikan dengan cara di transfer ke rekening ibu kades.” Kata Apuy, saat menjelaskan kepada warga, dengan harapan warga tidak mempermasalahkan hal ini ke perusahaan.
Dikatakan Apuy, untuk jumlah nominal uang yang sudah di berikan oleh pihak perusahaan galian pasir PT AUM. Pada saat warga menanyakan kepada Apuy, di katakan berjumlah 20 juta perbulan.

Bahkan para warga sudah melakukan musyawarah dengan para tokoh masyarakat RW 05, diantaranya Ust. Wira, Sake, Aswan, Opal, dan para RT di RW 05 diantaranya Nanang RT 14, Halimi RT 15, Asmir RT 16, Heri RT 17. Usman RT 18, Edi ketua RW 05.

Khaerudin yang juga ikut hadir di musyawarah itu menyampaikan bahwa tujuan musyawarah yaitu merencanakan untuk mendatangi langsung ke kepala Desa Pagintungan.

” Ya karena perusahaan PT AUM tujuan memberikan uang itu untuk masyarakat bukan untuk kades. Jadi kami masyarakat jangan hanya dijadikan pelantara dapat duit dari perusahaan. Pokoknya kami siap beramai-ramai menanyakan uang tersebut ke Kepala Desa. Karena kami sudah konfirmasi ke perusahaan PT AUM, dan PT AUM sudah memperlihatkan bukti bahwa uang nya udah diberikan melalui kepala desa.” tutup khaerudin.

Sementara itu, sampai berita ini ditayangkan, pihak media masih terus berupaya untuk mengkonfirmasi kepala Desa Pagintungan.

(Firdaus/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Mediapublik.co Serang – Polres Serang berhasil menyita 162 botol minuman beralkohol berbagai merk dan 4 drigen tuak dalam Operasi Pekat Maung Tahun 2023 di Daerah hukum Polres Serang pada Kamis malam (12/10/) sampai dengan Jumat (13/10/) dini hari. Saat dikonfirmasi Kapolres Serang AKBP Wiwin Setiawan menjelaskan terkait hasil sitaan pada Operasi Pekat Maung 2023. “Minuman beralkohol sejumlah 141 botol ditemukan di 2 warung sembako yang berada di jalan Ciruas-Walantaka. 1 botol bir dan 4 drigen tuak ditemukan di warung tuak samping Jalan Raya Jakarta-Serang,” kata Wiwin. Wiwin menambahkan bahwa minuman beralkohol ditemukan ditempat yang berbeda. “Disalah satu rumah yang berada di Desa Teras juga ditemukan 8 botol minuman beralhokol. Sedangkan 12 botol minuman beralkohol ditemukan di salah satu warung di desa Mekarsari,” tambah Wiwin. Wiwin menerangkan bahwa Ops Pekat Maung 2023 dimulai pada pukul 21.00 WIB sampai dengan 00.25 WIB. Barang bukti telah diamankan di Sattahti Polres Serang. “Sasaran dari Ops Pekat Maung Tahun 2023 adalah geng motor/kejahatan jalanan, perjudian, penjualan miras, tempat hiburan malam, prostitusi dan gepeng/pungli,” tutup Wiwin. (David) Post Views: 60

Hukum dan Kriminal

MediaPublik.co, LEBAK – Dugaan penjualan lahan milik Negara berupa sempadan pantai seluas 33.900 meter persegi yang terletak di Desa Pagelaran, Lebak, Banten, resmi dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Banten oleh Presidium Peduli Bangsa Aliansi Peduli Banten, pada Senin (21/8/2023). Dalam keterangannya kepada awak media, Koordinator DPN-PPB, Iwan Setiawan, mengatakan, pihaknya melaporkan beberapa pihak yang diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menjual tanah tersebut kepada pihak swasta dengan total kerugian mencapai Rp1,24 miliar. Baca Juga : Relawan Jokowi Galang Donasi Untuk Anggota “Ada beberapa yang kami laporkan ke Kejati Banten, diduga mereka telah menjual lahan sempadan pantai kepada salah satu perusahaan tambak PT SDB pada tahun 2017 dengan nilai Rp37 ribu per meternya, luasnya sekitar 3,39 hektar,” ungkap Iwan. Dari beberapa pihak tersebut, Iwan menjelaskan salah satunya adalah oknum Kepala Desa Pagelaran. “Setelah kami pelajari dan melakukan investigasi, modusnya berupa over alih garapan. Lokasinya di Blok Kubang Waliwis Desa Pagelaran, Kecamatan Maligping,” papar Iwan. Atas laporan tersebut, Iwan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) Kejaksaan Tinggi Banten untuk segera membentuk tim pemeriksa dan memanggil pihak-pihak yang terkait diantaranya, Kades Pagelaran berinisial H, serta mantan Camat Malingping berinisial S. Baca Ini : Lapas Cirebon Laksanakan Upacara HUT Kemenkumham ke-78 “Selain itu ada juga tiga saksi…