Pendidikan

Kemendikbudristek Sambut Dukungan Komunitas Terhadap Merdeka Belajar  

64
×

Kemendikbudristek Sambut Dukungan Komunitas Terhadap Merdeka Belajar  

Sebarkan artikel ini

Mediapublik.co,_Jakarta, 14 Juni 2023 – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, hadir pada Rembuk Komunitas yang digelar oleh Komunitas Kami Pengajar, Komunitas Sidina, dan Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka, dengan tema “Sinergi Komunitas untuk Merdeka Belajar Berkelanjutan” di Jakarta, Rabu (14/6). Dalam forum ini, Mendikbudristek berdiskusi langsung dengan para komunitas dan mengajak untuk mendukung Gerakan Merdeka Belajar secara berkelanjutan.

“Kebijakan Merdeka belajar itu tidak ada artinya tanpa gerakan dan berjalan di lapangan, karena itu kuncinya. Hari ini, yang sekarang hadir di sini adalah wakil untuk bergerak mulai dari rumah tangga, sekolah, dan kampus,” ujar Mendikbudristek.

Sebagai dampak kolaborasi yang dilakukan dengan Komunitas Merdeka Belajar, Program Merdeka Belajar yang telah diluncurkan Kemendikbudristek hingga Episode ke-24 telah banyak dirasakan masyarakat. Untuk itu, Mendikbudrsitek menyampaikan pesan kepada Komunitas Merdeka Belajar.

Kepada Komunitas Kami Pengajar, Mendikbudristek mengapresiasi atas program yang telah dilakukan dalam mendukung Merdeka Belajar, salah satunya dengan mengadakan pelatihan bagi guru-guru di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). Dikatakan Nadiem, pelatihan langsung yang diberikan kepada ribuan guru di daerah 3T akan memberikan dampak yang besar atas kebijakan Kemendikbudristek.

Selain itu, Mendikbudristek juga berharap agar kebijakan lainnya dapat lebih tersampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Diungkapkan Nadiem, beberapa kebijakan lainnya seperti Dana BOS Majemuk yang nilainya berbeda-beda sesuai tingkat kemahalan di daerah, Kampus Mengajar, Buku Bacaan Bermutu, Kurikulum Merdeka, hingga KIP Kuliah.

“Kebijakan dana BOS dahulu disamaratakan seluruh Indonesia, dan buat kami ini tidak masuk akal karena keseragaman bukan berarti suatu keadilan,” tutur Mendikbudristek.

Pada Program Kampus Mengajar, Mendikbudristek menjelaskan bahwa dampak yang dirasakan adalah banyak peningkatan literasi dan numerasi anak-anak di daerah 3T. Menurutnya, kehadiran mahasiswa ke daerah 3T untuk membantu guru-guru di sekolah dalam pembelajaran sangat dirasakan.

“Mahasiswa yang ke daerah 3T juga mengajarkan bagaimana para guru di sana menggunakan aplikasi pembelajaran, dan itu juga menunjukkan jiwa kepemimpinan masa depan,” imbuh Mendikbudristek.

Selanjutnya, Mendikbudristek menyampaikan kebijakan terkait literasi dalam Merdeka Belajar Episode ke 23: Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia. Program ini merupakan salah satu program khusus bagi daerah 3T atau sekolah-sekolah dengan tingkat literasi rendah.

“Kita sudah mendistribusikan lebih dari 15 juta eksemplar buku di sekolah-sekolah dengan tingkat literasi terendah di daerah 3T. Buku-buku tersebut tentunya adalah buku bacaan yang menyenangkan yang ditulis oleh penulis-penulis terbaik,” tutur Mendikbudristek.

Untuk seluruh kebijakan Merdeka Belajar, Mendikbudristek mengajak Komunitas Merdeka Belajar untuk terus berkolaborasi. Sebagai contoh, bagi Komunitas Ibu Penggerak Sidina bisa membuat acara di sekolah untuk menyebarkan betapa pentingnya dukungan orang tua terhadap program-program Merdeka Belajar.

“Saya sering mendengar banyak orang tua yang bingung dengan Merdeka Belajar karena tidak mendapat informasi yang tepat. Melalui kolaborasi para komunitas ini sangat penting dijelaskan seperti apa itu Kurikulum Merdeka dan sebagainya,” ujar Mendikbudristek.

Menutup diskusi, Mendikbudristek menyampaikan pentingnya dukungan komunikasi dari para komunitas untuk Gerakan Merdeka Belajar. “Peran komunitas tidak harus selalu hanya menyosialisasikan program kami, tetapi juga membantu kami memberikan masukan atas kebijakan yang dikeluarkan,” tutur Mendikbudristek.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, turut mengapresiasi keberadaan dan peranan Komunitas Merdeka Belajar yang telah berkolaborasi dengan Kemendikbudristek. Dikatakan Suharti, melalui Komunitas Merdeka Belajar, Program Merdeka Belajar dapat tersosialisasikan secara luas ke masyarakat dan berimplikasi dengan beragam cerita inspirasi dari seluruh wilayah di Indonesia.

“Kemendikbudristek akan selalu mendukung kolaborasi ini. Kami harap Merdeka Belajar Episode ke 1 sampai 24 dapat memberikan dampak yang sangat besar dalam upaya Kemendikbudristek meningkatkan mutu pendidikan secara komperehensif, berkelanjutan, dan menyuruh,” tutur Suharti.

Isti Budhi Setiawati, Co-Founder Komunitas Sidina berharap dengan adanya komitmen bersama dari Komunitas Merdeka Belajar atas Gerakan Merdeka Belajar sebagai program yang berkelanjutan.

“Tiga komunitas ini merupakan perwakilan dari tri sentra pendidikan, sehingga mudah-mudahan Merdeka Belajar dapat terus menjadi gerakan yang berkelanjutan demi menghasilkan generasi unggul 2045,” tutur Isti.

Fitriana, Koordinator nasional Komunitas Kami Pengajar mengemukakan program-program yang telah dilakukan, salah satunya dengan perluasan Kami Pengajar dari 6 menjadi 10 regional di Indonesia. Hal ini dilakukan agar lebih mewadahi seluruh guru di setiap regional. “Kami percaya ada ciri khas masing-masing dan kompetensi yang dibutuhkan guru berbeda-beda di setiap regional,” tutur Fitri.

Selain itu, Kami Pengajar juga telah melakukan rapat kerja nasional untuk menyamakan visi misi dan program yang dibutuhkan guru. Pendataan ulang juga dilakukan dengan sistem digitalisasi, dan hingga kini masuk 1.500 guru yang tergabung dalam Kami Pengajar.

“Target kami tahun ini sebanyak 1.000 orang guru akan bergabung di Kami Pengajar sehingga sosialisasi yang kami lakukan akan semakin banyak tersampaikan,” ucap Fitri.

Hingga saat ini, sosialisasi kebijakan Merdeka Belajar dilakukan dengan metode daring dan luring seperti webinar, seminar, dan penyebaran informasi melalui grup komunikasi daring.

Sementara itu, Rizal Maula, Ketua Nasional Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka menceritakan beberapa program dalam Merdeka Belajar yang telah dilakukannya, seperti pembentukan relawan KIP Kuliah.

“Kami ada 5.000 relawan dan 3.200 massa penggerak yang tersebar di 400 perguruan tinggi. Sosialisasi yang dilakukan juga sudah tersampaikan kepada lebih dari 50.000 calon penerima manfaat KIP Kuliah,” ujar Rizal.

Ke depan, Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka akan terus menyosialisasikan Merdeka Belajar dan mengangkat praktik baik dari penerima manfaat agar menjadi inspirasi bagi para pemuda lainnya. “Kami akan terus membantu khususnya pada Program Merdeka Belajar yang berfokus pada pelajar dan mahasiswa,” tutur Rizal.

Rembuk Komunitas dihadiri oleh 300 orang dari tiga Komunitas Merdeka Belajar, yaitu Komunitas Kami Pengajar (Komunitas Guru), Komunitas Sidina (Komunitas Orang Tua/Ibu Penggerak), dan Komunitas Pemuda Pelajar Merdeka (Komunitas Pelajar/Mahasiswa) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sebagai komitmen bersama, ketiga komunitas tersebut menyepakati Merdeka Belajar sebagai sebuah gerakan yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Plakat Kesepakatan Bersama dan dilanjutkan penyematan pin Gerakan Merdeka Belajar kepada seluruh anggota komunitas yang hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

MediaPublik.co, Banten | Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar membuka Gebyar Anak Banten Sehat, Cerdas, Ceria dan Sekolah Online Berbasis Massive Open Online Courses (Moocs) bagi Pendidik Usia Dini di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Minggu (13/8/2023). Al Muktabar berharap para orang tua untuk membekali anak-anak dengan kemampuan kuantitatif, komunikasi, dan kemampuan lainnya untuk sambut Indonesia Emas 2045. Salah satu upayanya melalui Pendidikan Anak Usia Dini, melahirkan anak-anak yang memiliki potensi. Baca Juga : Ini Langkah Strategis Pemprov Banten Antisipasi Dampak El Nino Kegiatan tersebut merupakan rangkaian untuk memeriahkan Hari Anak Nasional dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-78 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Banten bersama Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten. Al Muktabar mengatakan kegiatan ini juga mengajak kepada anak-anak untuk terus mengingat dan menghormati jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sehingga diharapkan hal tersebut dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme bagi anak-anak ke depannya. Terlebih, kata Al Muktabar, kegiatan tersebut juga merupakan sebuah rangkaian dalam menyambut HUT RI Ke-78 yang tidak lama lagi akan diperingati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ini Juga : Sah, Rifky Hermansyah Nahkodai Pemuda Muhamadiyah Banten “Dengan anak-anak kita yang luar biasa ini akan terus melanjutkan segenap apa yang diperjuangkan oleh para pendiri Republik…

Pendidikan

Mediapublik.co,_Pandeglang, – Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pembina Pandeglang menggelar kegiatan pelepasan siswa yang di rangkai dengan pentas seni dan budaya yang di gelar di halaman TK Negeri Pembina. Kegiatan yang berlangsung sangat meriah itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang Mohamad Kabir, Kabid PAUD dan PNF Disdikpora Pandeglang Ahmad Jaya Jazuli, Ketua Kormin Kecamatan Pandeglang dan hadir pula Ketua Komite TK Negeri Pembina. Dalam sambutannya, Mohamad Kabir langsung memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada guru serta orang tua yang telah senantiasa memberikan seluruh waktu, dan perhatiannya untuk membimbing serta menghantarkan anak-anak agar memiliki bekal pendidikan yang baik serta mampu menghasilkan karya yang cukup membanggakan.   Lebih jauh Mohamad Kabir menyampaikan, pentingnya guru memahami karakter setiap anak yang baru masuk ke jenjang SD, untuk memastikan kondisi psikologi anak agar tidak berubah serta membantu beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Selain itu, setiap anak khususnya yang akan memasuki jenjang SD, pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, untuk itu dirinya menghimbau kepada orang tua serta guru mempunyai peran penting agar lebih sabar serta bisa memberikan perhatian secara penuh untuk membantu proses pendidikan anak. Ujar mohamad Kabir mengakhiri. Sementara Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Aat Rohati mengatakan bahwa hari ini…

Daerah

MediaPublik.co, JAKARTA | Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memaparkan tujuh langkah agar pendidikan di Indonesia berkualitas dan bermartabat. Hal itu disampaikan LaNyalla dalam sambutannya saat membuka ‘Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI) di Monas, Jakarta. Baca Juga : Lapas Cirebon Ikut Peringati Hari Lahir Pancasila, Simak Selengkapnya Menurut LaNyalla, tujuh langkah yang disebutnya merupakan cara agar IGTKI dan PGRI dapat berkontribusi untuk pendidikan berkualitas dan bermartabat. “Pertama, konsisten untuk melakukan program kerja peningkatan kualitas guru, terutama yang dapat menjangkau guru di daerah-daerah tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia,” kata LaNyalla. Kedua, memberikan pelatihan metode pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi dan era dis-rupsi. Ketiga, tetap memberikan penekanan implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah Indonesia dalam pembelajaran kepada anak didik. Ini Juga : Lapas Kelas I Palembang Kunjungi Lapas Cirebon, Begini Alasannya Keempat, konsisten memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru dan hadir sebagai wadah yang memperjuangkan hak-hak para guru di Indonesia. Kelima, selalu “belajar” akan hal-hal baru, karena guru harus menjadi sosok yang memberi inspirasi bagi anak didik. Keenam, para pengurus IGTKI harus mampu menjadi inspirasi bagi anggotanya, sehingga mendapat kepercayaan dan dukungan sebagai wadah perjuangan para guru taman kanak-kanak di Indonesia. “Terakhir, IGTKI bersama…

Pendidikan

Mediapublik.co – Kabupaten Pandeglang menjadi kabupaten yang terdapat sekolah penggerak terbanyak di provinsi Banten, salahsatunya adalah SMPN 1 Pandeglang. Hal tersebut di sampaikan oleh Rully Purnama kepala sekolah SMPN 1 Pandeglang. ” jadi perlu saya luruskan dulu ya biar nggak salah persepsi bahwa Penghargaan itu diberikan kepada pemerintah Kabupaten Pandeglang karena merupakan Kabupaten yang paling banyak sekolah penggeraknya. Nah sekolah penggerak di Kabupaten Pandeglang itu jumlahnya 84. Paling banyak se Provinsi Banten.” Ungkap Rully menjelaskan tentang pemberian penghargaan pada beberapa waktu lalu yang di terima oleh pemerintah daerah Pandeglang. pada 31 mei 2023, di ruang tamu SMPN 1 Pandeglang. ” Nah kami SMP Negeri satu Pandeglang adalah merupakan salah satu sekolah yang mengikuti program sekolah Penggerak. perlu kami sampaikan bahwa untuk menjadi sekolah penggerak itu bukan berdasarkan hasil penunjukkan ya. Baik ditunjuk dari dinas ataupun dari pemda ataupun dari apa namanya dari balai penjamin mutu pendidikan tapi merupakan hasil seleksi. Dan Yang diseleksi nya itu adalah kepala sekolah dan alhamdulillah kebetulan berkat sukur dari Allah, saya termasuk yang lolos di program sekolah penggerak angkatan 3 ini. ” Kata Ruly. Untuk Kabupaten Pandeglang. Tahun 2023 ini yang lolos ada 2 sekolah yaitu SMP Negeri satu Pandeglang dan SMP negeri satu Bojong….