Nasional

Komisi III DPRD Lebak Desak Polisi Usut Pemukulan Guru SDN 1 Cempaka

×

Komisi III DPRD Lebak Desak Polisi Usut Pemukulan Guru SDN 1 Cempaka

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto; Sekertaris Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Medi Juanda, Kamis (14/09/2023).

Mediapublik.co Banten – Sekertaris Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Medi Juanda buka suara terkait aksi premanisme dilakukan oleh ASN berinisial SO terhadap rekannya yang juga seorang guru Perempuan di SDN Cempaka 1 Warunggunung. Menurut Medi, kepolisian harus segera mengusut tuntas dan memeriksa kekerasan yang dilakukan oleh SO agar kejadian serupa tak terulang.

“Saya meminta Kepolisian segera melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, kenapa beliau bisa melakukan aksi premanisme yang dilakukan dia (SO) terhadap seorang guru Perempuan bernama Badriyah,’’ kata Politisi partai NasDem tersebut lewat pesan WhatsAapnya, Rabu (12/9/2023).

Selain diperiksa oleh Kepolisian, Komisi III DPRD Lebak pun meminta Dinas Pendidikan yang merupakan mitra kerja untuk memberikan sanksi tegas. Apalagi, kata Medi, aksi premanisme dengan brutal tersebut dilakukan oleh seorang guru senior.

“Saya sangat prihatin kejadian kekerasan oleh guru senior terhadap Perempuan, harusnya guru senior tersebut bisa menjadi contoh yang baik untuk juniornya. Saya meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak untuk tegas menindak pelakuknya, bila perlu dicopot,’’ tegas pria asal Bengkulu tersebut.

Disinggung tentang adanya dugaan intervensii dari pihak Koorwil UPT Pendidikan Kecamatan Warunggunung, Pengawasan dan Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak. Kata Medi, pihak kepala sekolah tidak perlu untuk takut, bahkan kata Medi, dari Komisi III DPRD Lebak akan pasang badan.

“Jangan takut, sampaikan ke Kepala Sekolah, kami dari Komisi III DPRD Lebak akan pasang badan,’’ ucap Medi.

Sebelumnya, seorang guru di SDN 1 Cempaka, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak bernama Siti Badriyah (37) tahun harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Misi Lebak. Badriah dilarikan ke RS Misi setelah mengalami pemukulan di pelipis mata oleh oknum ASN yang berinisial SO.

“Saya sendiri tidak mengetahui persis kesalahannya apa, tiba-tiba pada saat saya masuk ruangan guru dan mengambil mangkuk untuk tempat makan ketupat, tiba-tiba Pak Soleman mendorong dan meninju muka saya,’’ kata Siti Badriah saat bercerita di RS Misi Rangkasbitung, Rabu (12/9/2023)

Lebih lanjut, Badriah menceritakan bahwa pada saat kejadian pemukulan oleh SO di ruang guru tersebut tutut disaksikan juga oleh dua orang rekannya yaitu Tt dan Wh. Bahkan pada saat SO hendak melakukan pemukulan yang ketiga kalinya, Wh sempat memisahkannya.

“Setelah dipukul sekali, kemudian dagu saya diangkat dan ditampar oleh telapak tangganya pak SO. Kemudian, saya bertanya salah saya apa pak, dia kemudian akan melakukan pemukulan yang ketiga kalinya dan dipisahkan oleh Wh,’’ ucap Badriah yang kondisinya sedang berbaring di RS Misi.

Selain itu, kata Badriah, dia juga dituduh besekongkol dengan rekan guru lain yang beranama Fine dan Yuyun. Padahal, kata Badriah dia sama sekali tidak mengetahui dasar dan alas an apa Pak SO yang notabennya guru senior melakukan pemukulan terhadap dirinya di ruang guru.

“Dibilang sekongkol dengan Fine, Yuyun, itu setelah pemukulan yang dilakukan oleh Pak SO,’’ tutur Badriah.

Selanjutnya, Badriah dengan didampingi pihak Kepala Sekolah dari SDN 1 Cempaka melakukan pelaporan ke Polsek Warunggunung. Kemudian, pihak Polsek yang menangani penganiyaan tersebut melakukan koordiansi dengan penyidik Polres Lebak.

“Tadinya laporan ke Polsek Warunggunung, kemudian kasus tersebut diarahkan untuk ditangani oleh Polres Lebak. Harapannya kepolisian segera memproses kasus hukum penganiyaaan ini

(David)