Nasional

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Yakin Indonesia akan Menjadi Imam Perdamaian Dunia

93
×

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Yakin Indonesia akan Menjadi Imam Perdamaian Dunia

Sebarkan artikel ini

Mediapublik.co Sukabumi Pimpinan Thoriqoh Shiddiqiyyah Syech Muchtarulloh Al-Mujtaba menyampaikan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan menjadi negara super power perdamaian dunia. Keyakinan ini disampaikan dihadapan Kapuspen TNI, Dandim Sukabumi, Kapolres Sukabumi dan Wakil Bupati Sukabumi dalam dan ribuan jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam acara peresmian Pesantren Hayya Alash Sholah Hayya Alal Falah di Ds. Karangpapak Kec. Cisolok Kab. Pelabuhan Ratu Jawa Barat. Minggu (15/10/2023).

“Saya yakin seyakin-yakinnya kalau bangsa Indonesia, khusunya warga Shiddiqiyyah betul-betul cinta tanah air Indonesia sejati dan ikhlas, saya yakin Indonesia ini akan menjadi negara imam perdamaian dunia,” ungkap sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syech Muchtarulloh Al-Mujtaba yang langsung disambut tepuk tangan meriah.

Kyai sepuh asal Jombang Jawa Timur ini menyatakan bahwa keyakinan itu bukan tanpa alasan, beliau sudah meneliti sejak lama.

“Sudah lama saya meneliti berdasarkan kitab sucinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Pembukaan UUD 1945,” tutur Kyai Muchtar.

Mengacu berdasarkan Pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa dasar negara ada lima, Pancasila, tujuan negara juga juga lima, Panca Tujuan atau Panca Bakti. Didalam tujuan negara itu ada tujuan ikut menertibkan dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Biasanya yang sering-sering sampaikan adalah dasar negara Pancasila, tujuan negara juga lima Panca Bakti, tapi jarang-jarang disebut. Jadi saya haqqul yakin Indonesia akan menjadi imam Perdamaian dunia, kalau betul-betul bangsa ini bersyukur,” tegas sang Kyai.

Pesantren Hayya Alash Sholaa Hayya Alal Falah dibangun diatas lahan seluas 5 hektar. Pesantren ini merupakan cabang perkembangan dari Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Jombang Jawa Timur.

“Dirintis oleh Bapak Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah sejak tahun 1994 dengan mencari lahan yang cocok. Kemudian pada tahun 2019 dimulai pembangunan baru tahun 2023 diresmikan,” aku Ir. Haryo Sumantri Ketua Panitia Peresmian. Minggu (15/10/2023).

Diperkirakan pembangunan Pesantren ini menelan biaya sekitar 10 milyar lebih, dana digalang dari gotong-royong segenap warga Shiddiqiyyah Se-Indonesia.

“Ini wujud gotong royong warga Thoriqoh Shiddiqiyyah beliau Bapak Kyai Muchtar Mu’thi mengajari kita untuk cinta tanah air Indonesia, kesadaran dengan cinta tanah ini akan memancarkan rasa syukur. Jadi Shiddiqiyyah ini tidak berpolitik, tapi bukan berarti tidak mengerti politik. Politik no, syukur yes,” ujar Joko Herwanto Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyyah dalam sambutannya.

Sementara Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syech Muchtarulloh Al-Mujtaba Kyai Muhammad Muchtar Mu’thi dalam pitutur luhurnya menyampaikan bahwa tasyakkuran pesantren ini dipersembahkan untuk mengikuti Hari Santri Nasional sekaligus mengingat sejarah perjuangan para pahlawan.

“Jas merah, jangan melupakan sejarah. Kita harus bersyukur, kemerdekaan bangsa dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa.”

Tanda tanda Berkat Rahmat banyak sekali, diantaranya NKRI berhasil menghadapi Sekutu dalam peristiwa perang 10 Nopember (badar qubro) di Surabaya dan lahirnya TNI,” jelas Sang Mursyid Shiddiqiyyah.

“Pembangunan pesantren Hayya Alash Sholaa lh Hayya Alal Falah ini untuk mensyukuri Hari Santri Nasional,’” tegas Sang Mursyid.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) Julius Widjojono yang hadir dalam peresmian ini mengatakan turut bangga dan bersyukur.

“Kami sangat gembira dan bersyukur, pesantren ini didirikan untuk mendidik cinta tanah air Indonesia dan cinta NKRI. Apalagi santrinya yang belajar cinta tanah air Indonesia ini lintas agama. Ini luar biasa. Kita tahu hari ini masih ada pedang Rusia dan Ukraina, ada perang Israel dan Hammas. Indonesia kalau cinta tanah air sebaimana yang disampaikan Pak Kyai tadi akan menjadi imam perdamaian dunia,” ungkapnya.

Nyai Shofwatul Ummah istri Kyai Muchtar, yang juga Ketua lembaga sosial Dhilaal Berkat Rohmat Alloh Shiddiqiyyah menambahkan bahwa Muryid Thoriqoh Shiddiqiyyah selalu mengajarkan dengan fakta bicara, bukan bicara tanpa fakta.

“Cinta tanah air Indonesia ini harus kita wujudkan, di Thoriqoh Shiddiqiyyah kami gotong-royong membangun pesantren, mensyukuri Kemerdekaan bangsa Indonesia dan mensyukuri berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan membangun Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah untuk saudara kita yang belum mempunyai rumah yang layak, penerimanya lintas agama,” tutur Nyai Shofwatul Ummah.

Fakta bicara tahun ini pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah dan rumah syukur dalam rangka mensyukuri Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Shiddiqiyyah membangun 97 unit dengan rata per unit rumah biaya sekitar Rp 150 juta.

“Ini wujud syukur kita, dengan bersyukur Alloh akan menambah nikmat untuk kita,” pungkas Nyai Shofwatul Ummah. (Kushartono/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Mediapublik.co Pelabuhan Ratu-Panas dingin hubungan Amerikan dan China yang diprediksi sewaktu-waktu bisa meletus, nampaknya mendorong semangat warga besar thoriqoh Shiddiqiyyah bergotong royong mensukseskan membangun Pesantren Hayya Alash Sholaah di Pelabuhan Ratu yang diyakini akan menjadi salah satu benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia bahkan diyakini pula Indonesia akan mampu menjadi pusat perdamaian dunia. Rencananya pesantren yang dibangun secara gotong royong dengan biaya milyaran rupiah di Ds. Karangpapak Kec. Cisolok Kab. Pelabuhan Ratu ini akan diresmikan pada Minggu (15/10/2023) mendatang. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Shiddiqiyyah mengatakan warga thoriqoh dengan penuh semangat secara mandiri mengumpulkan dana tanpa membuat proposal. “Kami dididik oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Muchtar Mu’thi untuk cinta tanah air Indonesia, dan beliau juga sering mengingatkan haqqul yakin insyaallah Indonesia akan menjadi imam perdamaian dunia. Makanya warga Shiddiqiyyah penuh semangat mengumpulkan dana hingga milyaran rupiah untuk pembangunan pesantren ini,” ujar Joko Herwanto, S.Sos. Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID). Jum’at (12/10/2023). Pesantren yang dibangun diatas lahan seluar 5 hektar ini diperkirakan telah menghabiskan dana sekitar 8 milyar. “Pembangunan dengan peletakan batu pertama pesantren ini pada tahun 2019 secara ikhlas kita persembahkan pesantren ini untuk bangsa dan NKRI. Jika ditotal semuanya hampir 8 milyar rupiah,” ujar Joko Herwanto, S.Sos. Mengutip keterangan…

Nasional

Mediapublik.co Malang – Camellia Panduwinata atau yang lebih dikenal dengan Teh Camel turut serta merayakan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 yang jatuh pada Kamis, 17 Agustus 2023. Selain melakukan berbagai kegiatan sosial dengan masyarakat, Teh Camel juga memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dengan menghadiri Syukuran Kemerdekaan RI dan Peresmian ICMI Center. Baca Juga : PPDB SMP Bogor Bermasalah, Teh Camel Berikan Pesan Begini ICMI adalah singkatan dari Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesi. ICMI dibentuk pada tanggal 7 Desember 1990 di sebuah pertemuan kaum cendekiawan muslim di Kota Malang tanggal 6-8 Desember 1990. Di pertemuan itu dipilih Baharuddin Jusuf Habibie sebagai Ketua Umum ICMI yang pertama. Pada acara yang berlangsung di ICMI Center Jakarta Selatan tersebut, Teh Camel menyampaikan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan semangat juang oleh para generasi Milenial. “Saya mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-78, Terus Melaju Untuk Indonesia Maju. Jadi kemerdekaan ini harus diisi dengan hal yang bermakna ya, khususnya generasi milenial. Karena sekarang itu bukan lagi jamannya melawan penjajah. Tapi melawan rasa malas dan egois diri sendiri. Jadi sebagai generasi muda harus punya semangat juang yang lebih untuk mengisi kemerdekaan Indonesia,” ungkap Teh Camel. Ini Juga : Mengalir Terus, Club Motor Dukung Teh Camel Maju DPR RI Dalam acara Syukuran…

Nasional

Mediapublik.co Tangerang-Viral di media sosial video yang berisi momen Dinas Sosial Kota Tangerang mengambil paksa anak-anak asuh YouTuber Pratiwi Noviyanthi, beberapa hari lalu. Pratiwi Noviyanthi sendiri adalah YouTuber yang sering melakukan aksi kemanusian dengan merawat orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) dan mengasuh anak-anak dari ODGJ. Baca juga : Cerita Teh Camel: Say No To Money Politic Awalnya Pratiwi Noviyanthi sempat mendapat surat undangan dari pihak kepolisian atas dugaan kasus perdagangan orang setelah 10 anak asuhnya tersebut diambil paksa oleh Dinas Sosial Kota Tangerang. Tudingan perdagangan orang pada Novi itu berasal dari laporan informasi dari pihak yang belum diketahui identitasnya kepada kepolisian. Baca Juga : Mengalir Terus, Club Motor Dukung Teh Camel Maju DPR RI Camellia Panduwinata, atau yang lebih dikenal dengan Teh Camel, Caleg DPR-RI Dapil III Jabar, juga memberikan tanggapannya mengenai kasus ini. Teh Camel juga menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Pratiwi Noviyanthi. “Aku liat beritanya berseliweran di media sosial. Aku sendirian lumayan kagum pada sosok Mbak Novi. Karena mau menolong orang yang harus mendapatkan perawatan khusus ya, beserta anak – anaknya juga supaya tidak terlantar,” Ungkap Teh Camel. Ini Juga : Ngopi Bareng, PMII Cianjur Nyatakan Dukung Teh Camel Menurut Teh Camel ada kejanggalan di kasus ini. Teh Camel juga menyampaikan kepada…

Daerah

Mediapublik.co Bandung Barat – Sampah masih menjadi persoalan panjang bagi Provinsi Jawa Barat, termasuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Sarimukti Rajamandala Kecamatan Cipatat Kabupaten, Bandung Barat, Jawa Barat. Dengan demikian kepedulian dan atensi secara khusus. Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo meninjau secara langsung lokasi TPA yang ada di Sarimukti dan sekaligus untuk memecah masalah sampah yang ada di TPA di Sarimukti Rajamandala. Hal itu, disampaikan Kapendam III/Slw Kolonel Inf Adhe Hansen, di sela-sela kegiatan mendampingi Pangdam III/Slw di lokasi TPA Sarimukti pada, Selasa (04/07/2023). Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo melihat secara langsung dan memberikan solusi untuk mengatasi sampah tersebut. Dalam arahannya untuk mengatasi sampah banyak hal yang bisa dilakukan, bahkan dari sampah dengan mesin pencacah yang ada ini bisa mengubah sampah itu menjadi briket. “Kita sudah lihat bahwa memang pengelolaan sampah ini. Dari sampah pencacah lalu dimasukan ke dalam mesin pembuat atau sudah berhasil dengan mengubahnya menjadi briket, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat banyak,” ujar Mayjen TNI Kunto. Lanjutnya menjelaskan, sampah organik ataupun non organik disatukan dan dimasukan ke mesin pencacah terlebih dahulu. Kemudian hasil dari cacahan sampah dicampur dengan Aditive dua persen untuk menghentikan pembusukan dan untuk menambah suhu panas. Setelah itu ditambahkan pelekat…