Nasional

Narapidana Dibekali Pembinaan Kemandirian Sebelum Bebas

90
×

Narapidana Dibekali Pembinaan Kemandirian Sebelum Bebas

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto; Narapidana dibekali Pembinaan Kemandirian Sebelum Bebas, Jumat, 04 Agustus 2023.

Mediapublik.co Cikarang Pusat – Narapidana Lapas Kelas IIA Cikarang dibekali Pembinaan Kemandirian Sebelum Bebas, Jumat, 04 Agustus 2023.

Kasubsi Pengelolaan Hasil Kerja/Bimbingan Kerja, Gugi Triaji, memberikan pembekalan pembinaan kemandirian bagi narapidana setelah sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan dengan tujuan untuk mempersiapkan narapidana dalam kembali berintegrasi ke masyarakat.

Berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kampung Urip Lapas Cikarang, tempat di mana para narapidana diberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mandiri dan menjadi anggota masyarakat yang produktif setelah pembebasan nanti. Gugi Triaji, selaku pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan hasil kerja di lapas, memberikan arahan dan bimbingan kepada para narapidana.

Gugi menuturkan narapidana akan diberikan materi dan pelatihan terkait berbagai keterampilan, seperti keterampilan kerja, kewirausahaan, dan manajemen keuangan.

Diketahui bahwa di SAE Kampung Urip terdapat berbagai macam kegiatan pembinaan kemandirian mulai dari budidaya ikan lele dengan media bioflok, budidaya anggur hijau, ayam petelur, budidaya ikan hias, pembuatan paving blok, dan banyak kegiatan lainnya.

Gugi Triaji menekankan pentingnya kemandirian bagi narapidana yang akan segera kembali ke masyarakat.

“Dengan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup, para narapidana akan lebih siap untuk menghadapi tantangan di luar sana dan memulai lembaran baru dengan lebih percaya diri,” tuturnya.

Kegiatan pembekalan pembinaan kemandirian ini merupakan langkah nyata dalam upaya sistem pemasyarakatan untuk memberikan kesempatan kedua bagi narapidana untuk meraih perubahan positif dan membangun masa depan yang lebih baik. Diharapkan melalui pembekalan ini, para narapidana akan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk kembali menjadi bagian yang bermanfaat bagi masyarakat setelah bebas dari masa hukuman mereka.

(David/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

MediaPublik.co, Cirebon | Berkaitan dengan penerimaan Tiga Orang Narapidana kasus Terorisme (Napiter) pada Jum’at lalu, Rabu ini Petugas Lapas Cirebon melaksanakan Asesmen Instrumen Screening Penempatan Narapidana (ISPN) dan Profiling. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menggali informasi terhadap Napiter terkait dengan program pembinaan yang akan diberikan oleh Lapas Cirebon. Baca Juga : Wujud Sinergitas Antar Aparat Penegak Hukum, Yon Arhanud Kontrol Malam di Lapas Cirebon Diawali dengan wawancara dari asesor dan pamong dengan sesi tanya jawab. Hal ini bertujuan untuk mengetahui terkait pemahaman ideologi, minat bakat dan identifikasi data. Sementara itu pembinaan Napiter ini merupakan program dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88, serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Kegiatan ini pula sebagai landasan untuk mendapatkan Hak Integrasi para Napiter. Lapas Cirebon saat ini berstatus Medium Security, maka dari itu para Napiter yang diterima sudah bisa menunjukan sikap dan perilaku Bela Negara terhadap NKRI. Atau dengan kata lain sudah Merah Putih. Ini Juga : Bincang Santai Antar Petugas dan Warga Binaan, Kalapas Cirebon Berikan Arahan Secara Langsung Petugas Pamong Napiter melakukan pembinaan secara persuasif. Dikarenaka kasus tersebut tentang pemahaman ideologi yang tidak sesuai dengan ideologi negara. Seperti yang terdahulu, Lapas Cirebon sukses melaksanakan program pembinaan terhadap Napiter yang sudah…

Hukum dan Kriminal

MediaPublik.co, Bogor | Sebanyak 14 orang Narapidana dipindahkan ke Pulau Nusakambangan. Keempat belas orang narapidana tersebut berasal dari beberapa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) se-Wilayah Jawa Barat. Diantaranya dari Lapas Narkotika Jelekong Bandung, Lapas Subang, Lapas Kelas 1 Cirebon dan Rutan Kelas 1 Bandung. “Berasal dari beberapa lapas di Wilayah Jawa Barat,dikumpulkan di Lapas Gunung Sindur dan Rutan Bandung untuk memudahkan proses pemindahan secara langsung. Baca Juga : Lapas Cirebon Laksanakan Body Scanner Ke Petugas Lapas Keempat belas narapidana langsung dikirim ke pulau Nusakambangan dan akan ditempatkan di Lapas Khusus High Risk Kelas IIA Karang Anyar,” ungkap Kepala Divisi Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali saat menyaksikan langsung proses pemindahan narapidana dari Lapas Gunung Sindur ke Pulau Nusakambangan. Ke-14 orang narapidana nakal yang dikirim ke pulau nusakambangan disinyalir terkait dengan aksi penipuan dari dalam lapas. “9 orang kita berangkatkan dari Lapas Gunung Sindur dan 5 orang lagi dari Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Bandung,” beber Kusnali. Hal tersebut sesuai instruksi langsung Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk langsung mentertibkan narapidana-narapidana nakal yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Lapas (Lapas) dan Rutan se-Indonesia. Ini Juga : Lapas Cirebon Ikuti Razia Gabungan Zero Halinar Arahan Menkumham RI “Tidak hanya narapidana, bahkan petugas yang terlibat juga akan ikut kita tertibkan dan bila…