Nasional

Oknum Kades di Bayah Akui Arahkan Orang Tua Korban Perkosaan Tak Tempuh Jalur Hukum

65
×

Oknum Kades di Bayah Akui Arahkan Orang Tua Korban Perkosaan Tak Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kades

Mediapublik.co LEBAK – Oknum Kepala Desa Bayah Barat, Usep Suhendar, mengaku memberi masukan agar orang tua korban dugaan pemerkosaan yang terjadi di Kecamatan Bayah, Lebak, Banten untuk tak menempuh jalur hukum melainkan mediasi.

Hal ini diungkap Usep saat dikonfirmasi perihal pengakuan keluarga korban soal adanya unsur paksaan yang dilakukan beberapa pihak pada saat proses mediasi antara pihak korban dan pelaku dilakukan.

“Saat itu saya memberikan edukasi bahwa kalau menempuh proses hukum itu akan keluar biaya yang tak sedikit. Harus bolak balik jika dipanggil oleh pihak berwajib, jadi saya arahkan untuk tak menempuh jalur hukum,” kata Usep di ruang kerjanya, Rabu (11/10) siang.

Usep membantah jika dirinya melakukan pemaksaan kepada keluarga korban, “Saya tidak memaksa apalagi memberi tekanan seperti yang diberitakan media. Saat itu saya hanya menjembatani, membantu warga saya,” jelas Usep.

Ia pun menerangkan, bahwa proses mediasi dilakukan setelah ia dan kepala desa tempat tingal korban melakukan komunikasi, untuk mencari titik temu dan penyelesaiaan terhadap persoalan tersebut.

“Kami bertemu di Puskesmas membicarakan soal mediasi dengan Pak Kades tempat tinggal korban. Kalau soal kasus perkosaan dibawah umur yang adalah bukan delik aduan, saya tidak paham hukum pak,” tambahnya.

*Anggota DPRD kecam tindakan oknum Kades dalam kasus dugaan perkosaan anak dibawah umur*

Sikap kepala desa tersebut dikecam oleh Anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah, ia menyebut tindakan kades yang lebih memilih jalur mediasi memberi cerminan buruk bahwa kekerasan seksual terhadap anak dianggap sebagai suatu hal yang biasa.

“Coba pakai hati, memposisikan diri sebagai keluarga atau orang tua korban. Kasus kekerasan seksual ini bukan kejahatan biasa, bukan perdata apalagi ketertiban masyarakat, yang bisa diselesaikan melalui proses musyawarah atau mediasi,” tegas Musa.

Legislator partai PPP ini mengaku miris dengan kodisi Lebak yang dikatakannya darurat kasus kekerasan seksual terhadap anak, “Dari data yang saya peroleh ada ratusan kasus di Lebak, saya juga mendapat informasi ada yang saat ini masih belum diproses, hanya karena alasan korban stress, trauma, hingga tidak bisa memberikan keterangan. Ini sudah darurat,” tukasnya.

Ia pun meminta agar semua pihak bisa memiliki kepedulian yang sama agar kasus-kasus seperti ini bisa ditekan, “Kedepankan proses hukum agar memberi efek jera bagi para predator seksual. Jangan buka ruang mediasi, pasti akan menambah deretan kasus yang terjadi, karena ketidak pedulian kita soal rasa kemanusiaan dan keadilan,” pungkasnya.  (David)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum dan Kriminal

Mediapublik.co, Bandung – Jumlah korban tewas bertambah dalam kecelakaan antara Kereta Api Turangga PLB 65A dengan Kereta api Commuter Line Bandung 350 di KM 181+700 kawasan Haurpugur, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024). Kini, jumlah korban tewas menjadi tiga orang. Semua korban tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Daerah Cicalengka. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Ibrahim Tompo mengatakan, tiga korban tewas adalah Julian Dwi Setiono, Ponisan, dan Andrian. ”Julian adalah masinis KA KRD Lokal Padalarang Cicalengka dan Ponisan sebagai asisten masinis KA KRD Lokal. Sementara Andrian sebagai pramugara KA Turangga,” kata Ibrahim, Jumat. Ia menuturkan, total 28 korban mengalami luka-luka dalam insiden ini. ”Semua korban tewas dan luka-luka telah dievakuasi ke RSUD Cicalengka,” ujarnya. Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, enam fasilitas kesehatan telah disiapkan bagi puluhan korban luka akibat kecelakaan tersebut. Enam fasilitas kesehatan ini adalah RSUD Cicalengka, Puskesmas Cicalengka, Puskesmas Rancaekek, RS AMC, RS Harapan Keluarga, dan RS Kesehatan Kerja Jabar. Berdasarkan data Polda Jawa Barat, 28 korban luka-luka dan tiga korban tewas dalam peristiwa tersebut. ”Sebanyak 24 korban luka telah dievakuasi ke RSUD Cicalengka, sementara korban lainnya dievakuasi ke Puskesmas Cicalengka, dan RS Kesehatan Kerja,” tutur Bey. Ia menambahkan, proses evakuasi korban…

Daerah

MediaPublik.co, Lebak – Galian yang diduga ilegal di Desa Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak ditutup paksa warga. Bukan tanpa sebab pasalnya galian tersebut sudah meresahkan masyarakat dan menyebabkan banyak sekali Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) di daerah tersebut. Namun pantauan awak media teropongistana.com galian tanah tersebut kini masih tetap bandel beroperasi, bekas ceceran tanah yang mengeras di jalan raya pun masih terlihat. Senin (01/01/2024). Dari video yang sebelumnya diterima oleh awak media yang berdurasi 24 detik menayangkan puluhan warga menutup akses jalan galian yang diduga ilegal tersebut. Tak hanya itu pengambil gambar juga menjelaskan bahwa 40 lebih kendaraan bermotor berjatuhan akibat jalan raya licin oleh tanah yang berceceran bercampur air hujan di kawasan tersebut. Video lainnya yang berdurasi 28 detik pun menayangkan korban luka-luka di bagian kepala dan lengan, akibat terjatuh dari kendaraan saat melintas di lokasi penambangan tanah ilegal tersebut. Sementara itu, Suparti pemilik galian saat dikonfirmasi terkait pertanggungjawaban kepada para korban hingga berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban kepada wartawan. Di tempat lain, Ipda Aldika Sitorus ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya mengatakan, akan perintahkan anggotanya ke lokasi untuk monitor masalah ini. ” Terimakasih infonya, Nanti anggota saya suruh check kesana”. Singkatnya. (Angga R)  Post Views: 124

Banten

Mediapublik.co, Pandeglang, – Bertempat di Balai Warga Desa Sukamaju Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang telah dilaksanakan Sertijab. Pelaksanaan Serah Terima Jabatan Kepala Desa Sukamaju menuju peningkatan Pelayanan Publik. Serah Terima Jabatan (sertijab) Kepala Desa Sukamaju dari Ucu Suhandi (Kepala Desa Purnabakti) _kepada_ Endang Sutamiharja, S.Sos (Penjabat Kepala Desa), pada Rabu 27 Desember 2023. Acara berlangsung pada pukul 13.30. WIB menandai awal kepemimpinan baru di tingkat desa. Sertijab ini merupakan langkah penting dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan efisiensi administrasi di wilayah Desa Sukamaju. Dalam sambutannya, Kepala Desa yang lama UCU SUHANDI mengucapkan terima kasih kepada Masyarakat Desa Sukamaju yang selama masa Jabatannya membantu dalam pembangunan Desa dan meminta maaf atas semua salah dan khilafnya serta berpesan kepada Penjabat Kepala Desa Sukamaju ENDANG SUTAMIHARJA, S.Sos agar meneruskan pembangunan desa. Sementara Penjabat Kepala Desa Sukamaju Endang Sutamiharja, S.Sos dalam sambutannya mengucapkan Terima kasih kepada Camat Labuan YAYAT HIDAYAT, SKM atas kepercayaannya telah menunjuk sebagai PJ Kades dan akan Melaksanakan amanah Pimpinan kita Ibu Bupati Pandeglang untuk melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi sebagai Penjabat Kepala Desa dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan batas kewenangan yang telah diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Serta berpesan kepada Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ketua RT/RW untuk selalu Kompak…

Nasional

Mediapublik.co LEBAK – Seorang gadis berusia 13 tahun warga Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, diduga telah mengalami tindak perkosaan yang dilakukan oleh 4 remaja asal Kecamatan Bayah, Lebak Banten, Rabu (11/10/2023) Namun, 4 orang terduga pelaku pemerkosaan yang merupakan warga Desa Bayah Barat tidak diproses hukum, lantaran terjadi proses perdamaian antara keluarga korban dengan pelaku yang difasilitasi oleh pemerintah desa masing-masing. Korban yang disamarkan namanya tersebut, diduga mengalami tindak kekerasan seksual pada 24 September lalu, saat batal menyaksikan konser musik yang diadakan di Kecamatan Bayah. Akibatnya, korban saat ini mengalami trauma dan masih menjalani perawatan medis. Berdasarkan informasi yang didapat, keluarga korban mengaku mendapat tekanan saat kesepakatan damai terjadi, bahkan laporan yang telah dibuat di Polsek Bayah juga diminta untuk dicabut kembali. Tim redaksi mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Bayah Barat, Usep Suhendar, lewat pesan singkat WhatsApp, namun hingga berita ini diturunkan Usep belum memberikan penjelasan walau pesan bertanda telah diterima. Sementara itu, Kepala Desa tempat korban berdomisili, Suryana, menjelaskan saat kesepakatan damai dibuat ia tengah berada di rumah sakit, “Saya saat itu sedang di rumah sakit, ada keluarga yang sakit. Saat itu, orang tua korban katanya sepakat untuk damai,” jelas Suryana lewat pesan singkat. Kapolsek Bayah, Iptu Samsu…