Nasional

Paten, IKAWIGA dan FAME Jatim Gelar Pelatihan Nasional Legalitas UMKM

47
×

Paten, IKAWIGA dan FAME Jatim Gelar Pelatihan Nasional Legalitas UMKM

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto : Ikatan Alumni Widyagama Malang (IKAWIGA) menggelar kegiatan Workshop Nasional bagi pelaku UMKM pada Minggu (10/8) di Atria Hotel.

Mediapublik.co MALANG – Ikatan Alumni Widyagama Malang (IKAWIGA) menggelar kegiatan Workshop Nasional bagi pelaku UMKM pada Minggu (10/8) di Atria Hotel, Jalan Letjend S. Parman, Kota Malang. Kegiatan bertajuk “”Pelatihan Legalitas Kelembagaan, Hukum Bisnis, Digital Bisnis, dan Penyusunan Laporan Keuangan bagi UMKM” ini bekerjasama dengan Forum Akuntansi, Managemen, Ekonomi (FAME) Jawa Timur dan Bank Nasional Indonesia (BNI).

Kegiatan pelatihan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum IKAWIGA, Muhammad Supriyadi, yang bertindak sebagai keynote speech. Hadir pula tiga pembicara andal yang memiki kompetensi masing-masing pada bidang legalitas kelembagaan, digitial marketing, hukum bisnis, hingga penyusunan laporan keuangan bagi UMKM.

Mereka antara lain Zulkarnain trainer kelembagaan UMKM sekaligus dosen hukum Universitas Widyagama Malang, Dr. Solehuddin pakar hukum bisnis Universitas Widyagama Malang, Dr. Ana Sopanah, Ketua FAME Jawa Timur, dan Dr. Enzy Suhrotin Nasyi’ah, Bendahara FAME Jawa Timur.

Ketua Umum IKAWIGA, Muhammad Supriyadi memulai paparannya dengan menjelaskan kontribusi pelaku UMKM dalam meningkatkan neraca ekonomi nasional. Peran krusial UMKM, kata dia, mampu menyumbang pendapatan nasional dan menyerap tenaga kerja.

“Sekitar 64,2 juta unit UMKM hari ini menyumbang lebih dari 61% PDB atau sekitar Rp8.573 trilian per tahun, dan menyerap lebih 97% tenaga kerja atau sekitar 116 juta orang. Itu mengapa, agenda peningkatan produktifitas dan kapsitas pelaku UMKM menjadi domain prioritas nasional hingga hari ini,” terang Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Jawa Timur itu.

Selain itu, Supriyadi menyorot aspek legalitas kelembagaan UMKM sebagai bagian penting dalam rangka peningkatan produktifitas usaha kecil-menengah. Legalitas usaha bagi UMKM menurutnya akan mampu menjaga iklim usaha yang lebih kondusif dan mudah diakses bagi pelaku bisnis UMKM, termasuk soal kepastian hukum usaha.

“Legalitas bisnis UMKM kiranya menjadi keharusan hari ini. Apalagi, pemerintah mulai melakukan inovasi untuk memudahkan itu melalui terbitnya UU Cipta Kerja. Melalui UU Ciptaker ini, pemerintah berkomitmen untuk mendorong kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan UMKM,” terang dia,

“Jika dirinci, pasal 87 hingga 104 UU Ciptaker memudahkan setiap pelaku UMKM dalam beberapa aspek, diataranya penyelenggaraan sistem informasi dan pendataan yang terpadu serta simplifikasi perizinan yang mulai efisien,” lanjut Supriyadi.

Efisiensi perizinan legalitas usaha UMKM, bagi Supriyadi, harusnya menjadi jembatan untuk meningkatkan aspek legalitas usaha. Karena itu, IKAWIGA, FAME Jawa Timur, dan BNI berkomitmen untuk mendorong peningkatan legalitas UMKM melalui pendampingan dan pelatihan.

Tak hanya itu, Supriyadi juga akan terus berupaya meningkatkan kapasitas dan produktifitas UMKM melalui peningkatan aspek lain seperti hukum bisinis, strategi digital marketing, hingga penyusunan laporan keuangan. “Ini wujud komitmen kami dalam mendorong UMKM berdaya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua FAME Jawa Timur, Dr. Ana Sopanah, memberikan pelatihan praktis tentang strategi digital marketing sebagai aspek penting bisnis UMKM hari ini. Ana menyampaikan materi pelatihan marketing digital mulai dari dasar berikut dengan tekhnik dan strateginya.

“Perkembangan tekhnologi digital memang memaksa pelaku bisnis untuk beradaptasi dan berinovasi demi bersaing di industri nasional hingga global, termasuk UMKM. Meski demikian, ada perbedaan mencolok antara digital marketing dan intenert marketing,” ungkap Ana.

“Berbeda dengan internet marketing yang hanya fokus pada closing produk, digital marketing tidak hanya mempromosikan produk atau brand, tetapi juga membangun costumer relation dan brand awerness. Karena itu, digital marketing memiliki jangkauan konsumen yang lebih luas,” lanjut dia.

Ana menjelaskan, marketing digital sebagai strategi memuat dua domain utama, yakni content marketing dan e-commerce. Kemudian, lanjut dia, ada tiga bagian utama dalam praktik marketing digital, yakni traffic, konversi, dan relationship. Ana menjelaskan detail bagian-bagian tersebut hingga ratusan peserta workshop yang hadir mengerti dan bisa praktik digital marketing action.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Mediapublik.co Jawa Timur – Diskominfo Sumenep, Kota Sumenep, Madura. Ikatan Alumni Widyagama Malang (IKAWIGA) menggelar kegiatan Pelatihan Digital Marketing dan Produksi Hantaran Lamaran bagi UMKM Se-Madura Raya dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta memberikan edukasi kepada para perempuan bahwa perempuan juga bisa survive dengan keterampilan yang dimiliki. Kegiatan pelatihan ini berkolaborasi dengan Majelis Wilayah Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Jawa Timur dan Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Majelis Daerah Sumenep serta disupport oleh PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Kegiatan tersebut di hadiri oleh Koordinator Majelis Wilayah Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Jawa Timur yang juga merupakan Bendahara Umum IKAWIGA Dr. Ana Sopanah sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pelatihan tersebut juga dipandu oleh narasumber lain yang memiliki pengalaman andal produksi hantaran lamaran bagi UMKM, yakni Tri Amelia Sandra. Bendahara Umum IKAWIGA Dr. Ana Sopanah dalam paparannya menjelaskan saat ini kita telah berhadapan dengan tantangan dan juga peluang di era pasar digital. Kata Sopanah, mau tidak mau sebagai pelaku UMKM di era 5.0 kita dituntut untuk terus beradaptasi dengan peralihan model transaksi serba digital. Materi ini sangat berguna untuk memasarkan setiap produk yang di hasilkan oleh kaum ibu-ibu yang beraktivitas di dalam rumah. Dengan ilmu yang di…