Daerah

Perangkat Desa Sebut Iuran Anggota PPDI Tidak Ada Manfaat

64
×

Perangkat Desa Sebut Iuran Anggota PPDI Tidak Ada Manfaat

Sebarkan artikel ini

Mediapublik.co,- Pandeglang – Sejumlah perangkat desa yang menjadi anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) menilai iuran yang di lakukan selama ini tidak ada manfaatnya. Sebab, selama ini peruntukan iuran tersebut tidak ada kejelasan.

“Dulu juga saya pernah pertanyakan terkait iuran tersebut, dan peruntukannya tidak dijelaskan dan transparan, untuk apa aja,” kata salah seorang perangkat desa di wilayah Kecamatan Jiput yang enggan disebutkan namanya, Jumat (26/5/2023).

Padahal harapan dia, dengan adanya iuran tersebut bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) anggota PPDI, tetapi selama ini kata dia, sejak berjalan iuran tidak pernah ada kegiatan apapun yang menyangkut peningkatan SDM parades.

“Kami memang berharap awalnya, dengan adanya iuran tersebut misalkan ada pelatihan buat parades. Tetapi, selama ini sudah berjalan satu tahun lebih tidak ada kejelasan terkait anggaran tersebut,” tuturnya.

Hal senada dikatakan oleh perangkat desa di wilayah Kecamatan Patia yang enggan di sebutkan namanya, dengan adanya pemotongan tersebut diduga hanya untuk kepentingan segelintir orang.

“Selama ini belum pernah ada pembinaan bagi anggota PPDI. Infonya sekarang sedang melakukan pembentukan PPDI tingkat kecamatan, dan biasanya untuk Snack dan kebutuhan kegiatan biasanya itu juga dari pihak kecamatan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banten

Mediapublik.co, Pandeglang, – Sempat Viral diberitakan dibeberapa media Online seorang Ibu hamil bernama Kusni warga Kampung Kadongdong, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten harus ditandu sejauh 3 kilometer akibat jalan BUTUT sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu 3 Februari 2024. Namun, peristiwa tersebut dibantah oleh Usman suami dari Kusni. Berdasarkan keterangan video yang diterima mediapublik.co lewat via WhatsApp dari Kepala Bidang (Kabid) Informasi Publik Diskomsantik Pandeglang Abdul Latif, S.Sos pada Selasa (6/2). Kabid Informasi Publik Abdul Latif mengatakan “iya kemaren kita udah pada kesana” terangnya. “Camat dan Kepala Puskesmas juga udah kesana,” tambah Kabid menegaskan. Sementara Usman dalam unggahan video mengatakan “Kemaren bukan karena tidak bisa Motor bahkan roda 4 pun bisa kalau dipaksakan”. “Demi keselamatan istri saya makanya di tandu yang penting selamet,” terang Usman. Selanjutnya Usman menjelaskan waktu berangkat ke rumah Bidan itu menggunakan Motor. Namun pas waktu pulang disarankan oleh Bidan harus di Tandu demi keselamatan istrinya. “Ya waktu berangkat ke rumah Bidan itu menggunakan Motor dan pas pulangnya disarankan oleh Bidan harus di Tandu karena untuk keselamatan istrinya,” jelas Usman. Sebelumnya diberitakan, seorang Ibu hamil bernama Kusni warga Kampung Kadongdong, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, saat akan melahirkan…

Banten

Mediapublik.co, Lebak – Puluhan anggota Kelompok Penyelnggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa TAMBAKBAYA, Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak hari ini, Kamis 25 Januari 24 resmi dilantik. “Alhamdulillah hari telah berlangsung pelantikan KPPS sebanyak 133 anggota KPPS terpilih dari 19 TPS di lingkungan Desa Tambakbaya,” ungkap Abay Baehaki selaku Ketua PPS Desa TAMBAKBAYA kepada mediapublik.co. Abay berharap proses pemilu di Desa TAMBAKBAYA dapat berjalan Jujur, Adil dan Transparan. “Ya artinya rekan-rekan KPPS dibawah mampu bekerjasama dan bertanggung jawab dalam melaksanakan Tugas dan Wewenang,” tandas Abay. Selanjutnya setelah selesai acara pelantikan dilaksanakan juga penanaman sebanyak 133 pohon oleh anggota KPPS Desa Tambakbaya. (J4el/Dhana). Post Views: 231

Banten

Mediapublik.co, Pandeglang, – Pemerintah pusat mengalokasikan rincian Dana Desa 2024 Pandeglang Provinsi Banten sebesar 330 miliar 725 juta rupiah. Dana Desa tahun 2024 Pandeglang, Banten tersebut dialokasikan untuk 326 desa. Lalu Berapa rincian dana desa 2024 Pandeglang, Banten? Silahkan cek rincian dana desa 2024 Pandeglang per desa di artikel ini, karena jawabannya hanya ada di sini. Luar biasa! Dari 326 desa di Kabupaten Pandeglang, ada 169 desa mendapatkan alokasi dana desa (DD) tahun 2024 diatas 1 miliar rupiah. Data rincian dana desa 2024 Pandeglang, beberkan sesuai PMK Nomor 146 Tahun 2023. Tentang Pengalokasian DD Setiap Desa, Penyaluran, dan Penggunaan DD Tahun Anggaran 2024. Nah, bagaimana dengan rincian dana desa 2024 Pandeglang yang didapatkan oleh setiap desa? Simak daftar lengkap rincian dana desa 2024 Pandeglang Provinsi Banten di bawah ini. Pertama, desa paling beruntung di Pandeglang adalah Desa Waringinjaya. Desa ini mendapatkan pembagian dana desa tahun 2024 dari pusat mencapai 1 miliar 602 juta rupiah. Terbesar kedua mendapatkan DD 2024 adalah Desa Sinarjaya, sejumlah 1 miliar 528 juta rupiah. Dan terbesar ketiga rincian dana desa 2024 Pandeglang diraih Desa Tanjungan, 1 miliar 518 juta rupiah. Selanjutnya 5 desa terkecil mendapatkan rincian dana desa 2024 Pandeglang, Provinsi Banten. Terkecil pertama, Desa Tegalongok, hanya sejumlah 711 juta rupiah. Terkecil kedua mendapatkan alokasi DD, Desa Babadsari, hanya 714 juta rupiah. Terkecil…

Banten

Mediapublik.co, Lebak – Berdasarkan Peraturan Mentri Desa Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) nomor 8 tahun 2022, bahwa Dana Desa bisa dipergunakan untuk membangunan, Perbaikan atau Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni. Dengan bantuan dana yang dialokasikan maksimal Rp 10 juta rupiah, namun harus dalam bentuk material atau bahan bangunan. (Non Tunai). Dengan adanya aturan yang memperbolehkan Dana Desa bisa dipakai untuk RLTH, maka dialokasikanlah anggaran untuk pembangunan RLTH di Kampung Ciruji Desa Ciruji sebanyak 5 KPM. Namun, sangat disayangkan Dana Desa yang seharusnya disalurkan secara utuh kepada Keluarga Penerima Manpaat (KPM) Malah diduga disunat oleh oknum Pemerintah Desa Ciruji, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Jumat (5-1-2024) Oleh sebab itu, permasalahan ini menjadi Atensi dan keluh kesah bagi Keluarga Penerima Manpaat di Desa Ciruji. Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Keluarga Penerima Manfaat, bahwa dirinya mendapatkan bantuan bedah rumah dari pihak Desa, disinyalir tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan (Maksimal Rp10 juta rupiah/KPM) Karena setelah dikalkulasikan ke harga satuan grosir matrial, ternyata per KPM hanya menerima bantuan sebesar Rp 8 juta ( delapan juta Rupiah) ditambah lagi ada pemotongan sebanyak 20% dari nilai bantuan. Keluarga Penerima Manpaat yang meminta agar namanya tidak di publikasikan, dirinya hanya menerima material berupa grc 40 biji,Hebel 40 biji…