Daerah

Tingkatkan Kompetensi Dasar Pelayanan Kesehatan, RSUD Balaraja Gelar Kegawatdaruratan

115
×

Tingkatkan Kompetensi Dasar Pelayanan Kesehatan, RSUD Balaraja Gelar Kegawatdaruratan

Sebarkan artikel ini

MediaPublik.co,TANGERANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja, Kabupaten Tangerang menggelar pelatihan Gawat Darurat berkaitan dengan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS). Pelatihan ini menyangkut pemberian bantuan hidup dasar bekerja sama dengan Ambulans Gawat Darurat AGD 118 Jakarta (AGD 118).

Kegiatan yang digelar di Aula Diklat Gedung Poliklinik RSUD Balaraja tersebut dipimpin oleh dr. Riko Sihombing dan berlangsung selama 5 hari, yaitu pada tanggal 9-13 Mei 2023.

Basic Trauma Caridac Life Support (BTCLS) merupakan pelatihan dasar bagi perawat dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardioviskuler. Penanganan masalah tersebut ditujukan untuk memberikan bantuan hidup dasar sehingga dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalisir kerusakan organ serta kecacatan penderita.

Ketua Tim Instruktur AGD 118, dr. Riko Sihombing, menuturkan kegiatan pelatihan tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi dasar dalam menangani masalah kegawatdaruratan akibat trauma dan gangguan kardioviskuler bagi setiap perawat dan bidan yang bekerja di pelayanan kesehatan ataupun sebagai instruktur klinik.

“Dalam asuhan keperawatan gawat darurat, dapat terjadi pada sistem tubuh yang akibat trauma atau gangguan sirkulasi pada sistem jantung dan paru (kardio-pulmunar). Dengan pemberian bantuan hidup dasar pada waktu dan cara yang tepat akan mengurangi kematian dan kecacatan,” ujar dr. Riko.

Melalui kegiatan ini, ia berharap para peserta dapat meningkatkan kualitas penanganan terutama pada penanganan penderita gawat darurat trauma dan jantung serta mampu mengenali keadaan yang mengancam nyawa berdasarkan prioritas masalah.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, kedepannya para para perawat dan bidan dapat melakukan penanganan yang tepat pada pasien gawat darurat trauma dan jantung dengan prinsip survey primer dan survey sekunder. Para peserta juga diharapkan mampu mengenali keadaan yang mengancam nyawa berdasarkan prioritas masalah,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *