Megapolitan

dr .Hendra : Tim TPPS Gerak Cepat Angka Stunting Terus Alami Penurunan

228
×

dr .Hendra : Tim TPPS Gerak Cepat Angka Stunting Terus Alami Penurunan

Sebarkan artikel ini

Analisa Situasi Stunting di Kabupaten Tangerang Tahun 2023

Keterangan Foto: TPPS Kabupaten Tangerang Bahas Analisa dan Situasi Stunting Bersama Bupati A.Zaki Iskandar.

MediaPublik.co,TANGERANG | Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen melakukan upaya penurunan stunting yang terjadi saat ini. Berbagai upaya dilakukan melalui terobosan-terobosan program yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Keseriusan hal tersebut terlihat saat Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan Analisa Situasi Stunting yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang pada Senin, (15/5/23).

Pada kesempatan tersebut, Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang dr.Hendra Tarmizi, MARS menjelaskan, sesuai amanat Peraturan Presiden no 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang terus gencarkan melakukan upaya penurunan stunting melalui terobosan program-program yang ada, sementara pada tahun 2024 mentargetkan penurunan angka stunting 14%.

Menurutnya, melalui gerakan-gerakan yang integrasi dengan berbagai pihak terkait dalam melakukan peningkatan pelaksanaan intervensi gizi guna percepatan penurunan stunting. Maka saat ini angka stunting di Kabupaten Tangerang terus alami penurunan.

“Dalam hal ini TPPS terus menggenjot cakupan pelayanan dalam penurunan stunting. Baik cakupan layanan essensial maupun cakupan layanan supply,”ungkap dr Hendra Tarmizi saat dikonfirmasi Terasmedia.co pada Selasa (16/5/2023).

Hendra mengatakan dari data hasil bulan penimbangan balita pada bulan Agustus 2022 dan februari 2023, terdapat penurunan jumlah dan prevalensi balita stunting dari 9.016 (3,66%) menjadi 6.819 balita (3,01%).

“Angka stunting terus alami penurunan dari jumlah 8 ribu sebelumnya saat ini sudah mencapai 6 ribu artinya sudah mencapai 2,7%,”pungkasnya.

Sementara itu, Hendra juga menjelaskan keluarga resiko stunting ialah dimana keluarga yang memiliki satu atau lebih faktor resiko stunting yang terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja putri/calon pengantin/ibu hamil/anak usia 0-23 bulan /anak usia 24-59 bulan berasal dari keluarga miskin, Pendidikan orang tua rendah, sanitasi lingkungan buruk,dan air minum tidak layak.

Sedangkan dari pendataan keluarga 2021 (PK-21) jumlah keluarga resiko stunting (KRS) sebanyak 354.731 keluarga, dan hasil pemutakhiran data tahun 2022 jumlah KRS tiap Kecamatan menurun dengan rata-rata penurunan 61,10% menjadi sebanyak 138.002 Keluarga.

“Hanya pada Kecamatan Mekar Baru terdapat kenaikan KRS sebesar 17.13% dibanding tahun sebelumnya,”tutur Hendra.

Lanjut Hendra mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus komitmen menjalankan amanat Perpres nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan baik. Ini semua berkat stakeholder bersama TPPS Kabupaten Tangerang dapat bergerak cepat dan berkolaborasi dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang.

“Dengan Pemetaan dan Analisis situasi ini diharapkan kita bisa terus bergerak tepat untuk menurunkan stunting di Kabupaten Tangerang,”harap dr Hendra.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

MediaPublik.co,TANGERANG | Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang menggelar Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2023-2025 pada Kamis, (2/6/2023). Dalam sambutannya, Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi menyampaikan, merupakan suatu kebahagiaan dan kebanggaan pada momen pelantikan kali ini hendaknya dapat menjadi momen yang baik dan bersejarah. Seperti diketahui bersama Forum Generasi Berencana (GenRe) adalah organisasi dan mitra Dinas Pengendalian penduduk dan keluarga Berencana (DPPKB). “Eksistensi Forum ini diharapkan dapat memberikan dukungan dalam pembangunan terutama dalam mengerahkan pontensi remaja melalui PIK R, baik Jalur Pendidikan atau Jalur Masyarakat bergerak bersama dengan pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus maju dan berkembang dalam ikut mengabdikan diri mengembangkan kegiatan- kegiatan penyiapan kehidupan berkeluarga bagi Remaja, baik di Indonesia pada umumnya serta khususnya di Kabupaten Tangerang,”jelas Hendra. Hendra berharap Forum Genre untuk selalu mengembangkan organisasi dengan merangkul kalangan Organisasi yang bersinergi dengan program Genre yang ada di kabupaten Tangerang. Yang kemudian serta turut mendorong kegiatan Triad KKR di kalangan generasi muda. “Besar harapan melalui Forum Genre ini dapat lahir para remaja yang berprestasi di bidang nya mampu bersaing bukan hanya di tingkat lokal, nasional, tetapi juga di level internasional demi kemajuan Indonesia,”pungkasnya. Lanjutnya, dengan dilantiknya kepengurusan…

Megapolitan

MediaPublik.co,TANGERANG | Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang terus gencarkan program Penguatan Tim Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSAT). Kegiatan yang di ikuti oleh 5 Desa Kampung KB itu dilaksanakan di GSG Pasar Kemis pada Jum’at (11/5/2023). Ke 5 Desa tersebut ialah Desa Sukamantri Kecamatan Pasar kemis, Desa Pangadegan Kecamatan Pasar kemis, Kelurahan kuta Jaya Kecamatan Pasar kemis, Desa Gelam jaya Kecamatan Pasar kemis, dan Desa sindang asih kecamatan Sindang jaya. Pada kesempatan tersebut Kasi Penyuluhan dan KIE DPPKB Kabupaten Tangerang lbu Evi Rufaida dalam materi nya menyampaikan, program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) diharapkan mampu mengubah pola perilaku masyarakat, dalam penyiapan gizi seimbang yang dimulai keluarga. “Pada kegiatan ini sekaligus monitoring dan evaluasi pemberdayaan kelompok masyarakat kampung KB, di 5 Desa dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemenuhan gizi keluarga guna membantu dalam upaya penurunan stunting,”ujarnya. Ia mengatakan, DPPKB Kabupaten Tangerang terus bergerak berkomitmen terus melakukan gerakan dalam pengentasan Stunting salah satunya lewat program dashat, upaya ini dilakukan secara optimal guna memberikan hasil yang baik dalam pencegahan kasus stunting. “Jangan sampai para generasi penerus terkena stunting, dan mengalami gangguan tumbuh kembang pada tubuh dan otak, karena kurung gizi,”pungkasnya. Menurutnya, pencegahan Stunting adalah tanggung jawab bersamaoelh karena itu…