Megapolitan

Bangunan Liar Milik PKL di Sepatan Ditertibkan

119
×

Bangunan Liar Milik PKL di Sepatan Ditertibkan

Sebarkan artikel ini

MediaPublik.co,TANGERANG | Pemerintah Kecamatan Sepatan mulai melakukan penertiban ratusan bangunan liar (Bangli) milik para pedagang yang berjualan di bahu jalan raya Sepatan Kabupaten Tangerang pada Senin (29/5/2023).

Pantauan wartawan dilokasi ratusan petugas gabungan dari unsur Kepolisian, TNI, Dishub, Satpol PP, Trantibum Kecamatan hingga Linmas ikut membantu jalannya penertiban bangunan liar (Bangli).

Camat Sepatan Mohamad Supriyatna menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kecamatan Sepatan sudah melakukan rangkaian penertiban bangli yang berada di bahu jalan, dimulai dari sosialisasi pelarangan berjualan di bahu jalan, pemberian surat peringatan ke- 1 sampai 3 hingga surat pelaksanaan penertiban bangunan liar.

“Sebelum dilakukannya penertiban bangli hari ini kita juga sempat undang para pedagang, untuk mengetahui persiapan pelaksanaan teknis penertiban hari ini. Disamping itu juga kami lakukan woro-woro kepada para PKL agar melakukan pembongkaran sendiri sebelum dilakukannya penertiban,”jelas Supriyatna kepada terasmedia.co.

Lanjut Supriyatna mengatakan, penertiban para PKL ini dilakukan guna menciptakan lingkungan yang tertib, nyaman dan aman, serta mengembalikan fungsi jalan semestinya.

“Pada intinya kami bukan melakukan pembongkaran atau penggusuran, melainkan penertiban atau merelokasikan para PKL agar dapat berjualan di tempatnya yaitu pasar pelangi dan pasar lama Sepatan yang memang sudah disediakan untuk para pedagang,”jelasnya.

Ia menambahkan, bagi para pedagang yang belum sempat memindahkan dagangannya diberikan kesempatan untuk merapihkan dagangannya.

“Alhamdulillah penertiban berjalan lancar dan selanjutnya bagi pemilik bangunan paten diberi kesempatan untuk memindahkan barang dagangannya. Penertiban ini dilakukan secara humanis terukur dan terarah,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum dan Kriminal

Mediapublik.co, Tangerang – Kepolisian Sektor (Polsek) Sepatan melakukan pengejaran kepada terduga pelaku utama inisial AR yang telah melakukan penganiayaan kepada inisial M yang tewas berlumuran darah terkena sabetan senjata tajam pada Kamis malam (12/10). Setelah melakukan pembunuhan dan juga memukuli isterinya sendiri yang bertempat di Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang pelaku AR diduga telah melarikan diri. AR diduga yang menjadi peran utama tewasnya M. Korban dan isteri terduga pelaku sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pakuhaji untuk mendapatkan perawatan. Namun na’as korban yang mengalami luka berat meninggal, sedangkan isteri terduga pelaku masih dalam perawatan. Kanit Reskrim Polsek Sepatan, Iptu Montana M Pakpahan membenarkan, telah terjadi peristiwa berdarah di wilayah hukumnya. Menurutnya, peristiwa tersebut bermula korban dikeroyok oleh terduga pelaku AR yang berujung pembunuhan. “Memang ada kejadian tersebut, berawal dari penganiayaan sebenarnya, yang kita dapati informasi terduga pelakunya lebih dari satu orang, tapi terduga pelaku utamanya satu, kita masih lakukan pengembangan,” ujarnya. Saat ini kata Montana, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengetahui motif terduga pelaku menghabisi nyawa korban M. Sedangkan terduga pelaku utama yang melarikan diri masih dalam pengejaran Petugas Polsek Sepatan. “Kita belum tau detail motif terduga pelaku menghabisi korban M, soalnya kita masih lakukan penyelidikan, dan…

Megapolitan

MediaPublik.co,TANGERANG | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang melayangkan surat peringatan pertama kepada 72 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan di Perumahan Mutiara Garuda, Kecamatan Teluknaga, Kamis (25/05/2023). Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Fachrul Rozi mengatakan, pemberian surat peringatan ini dilakukan sebagai langkah awal atau Standar Operasional Prosedur (SOP) penertiban bangunan. Puluhan PKL tersebut berdagang di badan jalan sehingga kerap menimbulkan kemacetan. “Keberadaan para pedagang ini khususnya pada tempat mereka berjualan ini telah melanggar Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2022 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum, jadi kami layangkan surat peringatan pertama kepada 75 pemilik bangunan sebagai langkah awal sebelum kita melakukan penertiban,” katanya. Dia menyampaikan, pendistribusian surat peringatan pertama ini dilakukan bersama unsur Trantib Kecamatan Teluknaga dan didampingi unsur TNI-Polri. Berdasarkan hasil laporan di lapangan, terdapat 75 bangunan yang ada pemiliknya. Diperkirakan kurang lebih sebanyak 150 pedagang kaki lima beroperasi pada malam hari di lokasi tersebut. Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman untuk masyarakat. “Semoga dengan adanya surat peringatan ini para pedagang dapat memahami dan juga menaati segala peraturan yang ada,” ujarnya. Post Views: 117