Nasional

Demi Cita-Cita Perdamian Dunia Kapuspen TNI Support Terus Pembangunan Pesantren

105
×

Demi Cita-Cita Perdamian Dunia Kapuspen TNI Support Terus Pembangunan Pesantren

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto; Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara, Jumat (03/11/2023).

Mediapublik.co Kediri | Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono, C.H.R.M.P. terus memberikan dorongan agar Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara yang dibangun di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri segera terselesaikan.

Ketua Panitia Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian, Suhardono Progsus DPP Orshid mengatakan bulan ini Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono kembali memberikan support dengan mengirimkan dana untuk percepatan pembangunan.

“Kebetulan untuk kebutuhan genteng pesantren ini masih ada yang kurang, seolah Bapak Kapuspen ini tahu kemudian mengirimkan dana untuk kekurangan pembelian genteng. Pas kita butuh kok ya pas beliau transfer, bagi kami ini Berkat Rahmat Allah,” aku Suhardono, Jum’at (03/11/2023).

Suhardono mengaku sangat berterima kasih atas bantuan dari Kapuspen ini.

“Atas nama pantia kami bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono yang selalu memperhatikan dan memberikan semangat kepada kami. Semoga semua amal kita senantiasa bermanfaat dan mendapat limpahan Berkat Rahmat Allah,” tambah Pak Dono sapaan karib Suhardono.

Sudah menjadi komitmen dan disampaikan secara terbuka bahwa dalam pembangunan Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia ini panitia tidak akan membuat proposal atau mengajukan dana kepada fihak manapun, meski demikian panitia tidak akan menolak bagi siapun yang ingin membantu dengan ikhlas.

“Ini pesantren untuk merajut Nusantara menuju perdamaian dunia, dibangun dengan semangat cinta tanah air Indonesia yang tulus dan ikhlas. Ketua panitia sudah menyampaikan secara terbuka untuk tidak akan membuat proposal,” terang Kushartono Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri.

“Hanya dengan cinta dan keikhlasan pesantren jatidiri bangsa Indonesia ini akan menjadi penguat terciptanya perdamaian dunia. Jadi pembangunan pesantren sebenarnya sakral,” pungkas Kushartono. (*Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Mediapublik.co kediri-Ketua Departemen Pendidikan Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah Indonesia mengingatkan bahwa saat ini pendidikan cinta tanah air Indonesia sangatlah diperlukan. Terlebih mengingat perlunya kewaspadaan terkiat ancaman ketegangan hubungan panas dingin Amerika China. Hal ini disampaikan seiring Tasyakkuran Hari Ulang Tahun Bustan Tsamrotul Qolbissalim Shiddiqiyyah (BTQ) Se- Indonesia Ke-14. Lembaga pendidikan anak usia dini hari ini. Sabtu, 28 Robi’ul Awwal 1445 H (14/10/2023). “Melihat kondisi Indonesia ditengah arus globalisasi dan dunia diambang ancaman perang, kami melihat pendidikan bela bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sangat penting. Dan pendidikan bela bangsa dan negara ini kuncinya ada pada pendidikan cinta tanah air Indonesia. Maka pendidikan cinta tanah air harus masif dan meluas,”ujar Kus Hartono Ketua Departemen Pendidikan BTQ Indonesia,” Sabtu (14/10/2023). Kushartono menambahkan Lembaga Ketahanan Nasional telah mengingatkan perlunya kewaspadaan meletusnya ketegangan Amerika China. “Mengutip keterangan Gubernur Lemhanas Pak Andi Wijayanto dia mengatakan bahwa kemungkinan akan meletus perang Amerika China pada tahun 2037. Indonesia harus waspada maka menurut kami sangat penting membekali anak-anak kita dengan pendidikan cinta tanah air Indonesia dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Kus Hartono. Menurutnya saat ini pendidikan BTQ memang sudah berdiri hampir disebagian besar wilayah Indonesia meski demikian diberharap pendidikan yang mengedepankan cinta tanah air Indonesia ini…

Nasional

Mediapublik.co Pelabuhan Ratu-Panas dingin hubungan Amerikan dan China yang diprediksi sewaktu-waktu bisa meletus, nampaknya mendorong semangat warga besar thoriqoh Shiddiqiyyah bergotong royong mensukseskan membangun Pesantren Hayya Alash Sholaah di Pelabuhan Ratu yang diyakini akan menjadi salah satu benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia bahkan diyakini pula Indonesia akan mampu menjadi pusat perdamaian dunia. Rencananya pesantren yang dibangun secara gotong royong dengan biaya milyaran rupiah di Ds. Karangpapak Kec. Cisolok Kab. Pelabuhan Ratu ini akan diresmikan pada Minggu (15/10/2023) mendatang. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Shiddiqiyyah mengatakan warga thoriqoh dengan penuh semangat secara mandiri mengumpulkan dana tanpa membuat proposal. “Kami dididik oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Muchtar Mu’thi untuk cinta tanah air Indonesia, dan beliau juga sering mengingatkan haqqul yakin insyaallah Indonesia akan menjadi imam perdamaian dunia. Makanya warga Shiddiqiyyah penuh semangat mengumpulkan dana hingga milyaran rupiah untuk pembangunan pesantren ini,” ujar Joko Herwanto, S.Sos. Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID). Jum’at (12/10/2023). Pesantren yang dibangun diatas lahan seluar 5 hektar ini diperkirakan telah menghabiskan dana sekitar 8 milyar. “Pembangunan dengan peletakan batu pertama pesantren ini pada tahun 2019 secara ikhlas kita persembahkan pesantren ini untuk bangsa dan NKRI. Jika ditotal semuanya hampir 8 milyar rupiah,” ujar Joko Herwanto, S.Sos. Mengutip keterangan…

Nasional

Mediapublik.co Kediri – Perkembangan pembangunan Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Nusantara Menuju Perdamaian Dunia di Situs Bung Karno Kediri terus berjalan. Bahkan Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono, C.H.R.M.P. terus memberikan dorongan semangat kepada segenap Panitia Pembangunan. Pemberian semangat ini ditandai dengan membelikan genteng untuk percepatan pembangunan tempat pendidikan untuk generasi bangsa Indonesia lintas agama ini yang terletak di Situs Ndalem Pojok Bung Karno Kediri Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri. “Jadi beliau Bapak Kapuspen TNI memberikan semangat bukan dalam kata-kata saja, tapi dengan fakta bicara membelikan genteng untuk atap pesantren jati diri bangsa Indonesia ini. Beliau membelikan sejumlah 3000 buah genting,” aku Suhardono, SE Ketua Panitia Pembangunan. Rabu (04/10/2023). Suhardono mengaku, pemberian genteng itu menjadi penyemangat bagi segenap panitia. Mereka mengaku sangat bergembira dengan dikirimnya genting itu. “Tentu bukan hanya saya, semua panitia pembangunan tambah semangat, tambah kompak untuk segera menyelesaikan pesantren untuk mendidik cinta tanah air Indonesia, bela bangsa dan bela negara ini. Bukan soal jumlahnya, tapi ini sebuah dukungan yang nyata dan tulus,” ujar Suhartono “Jadi seperti pepatah mengatakan, seribu kata patah dengan satu fakta,” jelas Pria yang juga Ketua Prosus DPP Orshid Indonesia ini. Sementara itu, selain Kapuspen TNI Jenderal Bintang Satu Mabes TNI juga…

Nasional

Mediapublik.co Kediri – Setelah sukses turut dalam peletakan baru pertama, Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono juga turut mendorong percepatan pembangunan Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri. Hari ini Minggu (17/09/2023) 01 Maulid 1445 H sudah persiapan atap dengan pemasangan kuda-kuda. Hadir juga para tokoh lintas agama serta anak yatim dan fakir miskin dalam prosesi ini. Ketua Panitia pembangunan mengatakan pembangunan pesantren perdamaian ini diharapkan memang bisa cepat. “Puji Tuhan Yang Maha Esa, Bapak Laksda TNI Julius Widjojono turut memberikan perhatian agar pesantren perdamaian ini segera terwujud. Hari ini tadi beliau mengirim lagi 100 sak semen,” kata ujar Suhardono, SE. “Kami sangat bersyukur dan menambah semangat kami agar pembangunan pesantren dalam rangka merajut perdamaian ini bisa segera selesai,” tambah Joko Herwanto, S.Sos Ketua Umum DPP Orshid. Selaku Ketua Panitia Suhardono menegaskan bahwa memang panitia berusaha proses pembangunan Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara bisa lebih cepat. “Alhamdulillah setelah peletakan batu pertama pada bulan Juli lalu saat ini sudah pasang kuda-kuda. Mohon doa restu semoga bisa terus berjalan cepat agar segera bisa segera digunakan,” ujar Suhardono, SE. Prosesi pemasangan kuda-kuda diawali dengan berdoa lintas agama,…