Nasional

Gotong Royong Kumpulkan Dana Milyaran Rupiah Bangun Pesantren Benteng NKRI

74
×

Gotong Royong Kumpulkan Dana Milyaran Rupiah Bangun Pesantren Benteng NKRI

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto; Pesantren Hayya Alash Sholaah dan Masjid Hayya Alal Falah di Pelabuhan Ratu, Jumat (13/10/2023)

Mediapublik.co Pelabuhan Ratu-Panas dingin hubungan Amerikan dan China yang diprediksi sewaktu-waktu bisa meletus, nampaknya mendorong semangat warga besar thoriqoh Shiddiqiyyah bergotong royong mensukseskan membangun Pesantren Hayya Alash Sholaah di Pelabuhan Ratu yang diyakini akan menjadi salah satu benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia bahkan diyakini pula Indonesia akan mampu menjadi pusat perdamaian dunia.

Rencananya pesantren yang dibangun secara gotong royong dengan biaya milyaran rupiah di Ds. Karangpapak Kec. Cisolok Kab. Pelabuhan Ratu ini akan diresmikan pada Minggu (15/10/2023) mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Shiddiqiyyah mengatakan warga thoriqoh dengan penuh semangat secara mandiri mengumpulkan dana tanpa membuat proposal.

“Kami dididik oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Muchtar Mu’thi untuk cinta tanah air Indonesia, dan beliau juga sering mengingatkan haqqul yakin insyaallah Indonesia akan menjadi imam perdamaian dunia. Makanya warga Shiddiqiyyah penuh semangat mengumpulkan dana hingga milyaran rupiah untuk pembangunan pesantren ini,” ujar Joko Herwanto, S.Sos. Ketua Umum Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID). Jum’at (12/10/2023).

Pesantren yang dibangun diatas lahan seluar 5 hektar ini diperkirakan telah menghabiskan dana sekitar 8 milyar.

“Pembangunan dengan peletakan batu pertama pesantren ini pada tahun 2019 secara ikhlas kita persembahkan pesantren ini untuk bangsa dan NKRI. Jika ditotal semuanya hampir 8 milyar rupiah,” ujar Joko Herwanto, S.Sos.

Mengutip keterangan dalam buku Cita-Cita Perjuangan buah karya Dr. Abu Hanifah ditegaskan bahwa ada tiga benteng negara. Pertama adalah kaum thoriqoh, kedua pesantren-pesantren dan ketiga adalah musholla-musholla yang mengajarkan cinta tanah air.

“Jadi kalau kita berharap pembagunan Pesantren Hayya Alash Sholaah Hayya Alal Falah ini akan turut membentengi NKRI sesuai dengan fakta sejarah sebagaimana disebutkan dalam buku Cita-Cita Perjuangan kami rasa sudah cocok,” terang Ir. Edi Setiawan, SE, M.Si. Ketua Bidang Kajian Kebangsaan PCTA Indonesia yang akan hadir dalam peresmian ini.

Dipilihnya lokasi di Pelabuhan Ratu menurut Ketua Panitia adalah simbol berlabuhnya kesuksesan.

“Dibangun di Pelabuhan Ratu, harapannya agar Indonesia bisa menjadi ratunya atau imamnya perdamiaan dunia,” tambah Ir. Haryo Sumantri Ketua Panitia Peresmian Pesantren Hayya Alash Sholaah Hayya Alal Falah.

Peresmian akan dilakukan oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Muchtarulloh al Mujtaba dan dihadiri beberapa pejabat militer dan ulama’.

“Kami mengundang Bapak Panglima TNI dan Bapak KH Said Aqil Siroj semoga beliau bisa hadir dalam peresmian Pesantren Hayya Alash Sholaah dan Masjid Hayya Alal Falah di Pelabuhan Ratu

. Undangan sudah beliau terima,” pungkas Ir. Haryo Sumantri.   (David)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Mediapublik.co Kediri | Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono, C.H.R.M.P. terus memberikan dorongan agar Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara yang dibangun di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri segera terselesaikan. Ketua Panitia Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian, Suhardono Progsus DPP Orshid mengatakan bulan ini Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono kembali memberikan support dengan mengirimkan dana untuk percepatan pembangunan. “Kebetulan untuk kebutuhan genteng pesantren ini masih ada yang kurang, seolah Bapak Kapuspen ini tahu kemudian mengirimkan dana untuk kekurangan pembelian genteng. Pas kita butuh kok ya pas beliau transfer, bagi kami ini Berkat Rahmat Allah,” aku Suhardono, Jum’at (03/11/2023). Suhardono mengaku sangat berterima kasih atas bantuan dari Kapuspen ini. “Atas nama pantia kami bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono yang selalu memperhatikan dan memberikan semangat kepada kami. Semoga semua amal kita senantiasa bermanfaat dan mendapat limpahan Berkat Rahmat Allah,” tambah Pak Dono sapaan karib Suhardono. Sudah menjadi komitmen dan disampaikan secara terbuka bahwa dalam pembangunan Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia ini panitia tidak akan membuat proposal atau mengajukan dana kepada fihak manapun, meski demikian panitia tidak akan menolak bagi siapun yang ingin membantu…

Nasional

Mediapublik.co Sukabumi –Pimpinan Thoriqoh Shiddiqiyyah Syech Muchtarulloh Al-Mujtaba menyampaikan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan menjadi negara super power perdamaian dunia. Keyakinan ini disampaikan dihadapan Kapuspen TNI, Dandim Sukabumi, Kapolres Sukabumi dan Wakil Bupati Sukabumi dalam dan ribuan jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah dalam acara peresmian Pesantren Hayya Alash Sholah Hayya Alal Falah di Ds. Karangpapak Kec. Cisolok Kab. Pelabuhan Ratu Jawa Barat. Minggu (15/10/2023). “Saya yakin seyakin-yakinnya kalau bangsa Indonesia, khusunya warga Shiddiqiyyah betul-betul cinta tanah air Indonesia sejati dan ikhlas, saya yakin Indonesia ini akan menjadi negara imam perdamaian dunia,” ungkap sang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syech Muchtarulloh Al-Mujtaba yang langsung disambut tepuk tangan meriah. Kyai sepuh asal Jombang Jawa Timur ini menyatakan bahwa keyakinan itu bukan tanpa alasan, beliau sudah meneliti sejak lama. “Sudah lama saya meneliti berdasarkan kitab sucinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Pembukaan UUD 1945,” tutur Kyai Muchtar. Mengacu berdasarkan Pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa dasar negara ada lima, Pancasila, tujuan negara juga juga lima, Panca Tujuan atau Panca Bakti. Didalam tujuan negara itu ada tujuan ikut menertibkan dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. “Biasanya yang sering-sering sampaikan adalah dasar negara Pancasila, tujuan negara juga lima Panca Bakti, tapi jarang-jarang disebut. Jadi saya haqqul yakin Indonesia…

Nasional

Mediapublik.co Jawa timur – Jamaah thoriqoh yang berpusat di Jombang Jawa Timur mampu memberikan santun yang nilainya mencapai milyaran rupiah, namun mereka mengaku bukan karena jamaah thoriqoh yang bermana Shiddiqiyyah ini adalah orang-orang kaya, tapi karena kesadaran dan cinta tanah air Indonesia. Bertajuk Tasyakuran Maulidin Nabi Muhammad SAW dan Hari Ulang Tahun Dhilaal Berkat Rahmat Allah Shiddiqiyyah Ke-23 Santunan Nasional Ke-19, Dana santunan milyaran rupiah itu diberikan khusus kepada anak yatim dan fakir miskin dan menariknya kegiatan seperti ini sudah berjalan bertahun-tahun dan digelar secara nasional. “Untuk tahun ini secara nasional acara kita pusatkan di Hotel Yusro Jombang. Besok Selasa 17 Robi’ul Awwal bertepatan 03 Oktober 2023,” kata Kuswanto Ketua Panitia Santunan Nasional Dhilaal Berkat Rahmat Allah Shiddiqiyyah. Menurut Kuswanto selain di Jombang acara juga digelar diberbagai provinsi, kota dan kabupaten diseluruh Indonesia. “Santunan Nasional ini, ya nasional, diselenggarakan secara serentak di 25 Propinsi, 160 Kabupaten/Kota serta Perwakilan Luar Negeri Malaysia, Singapore dan Australia. Pada tanggal, bulan, hari dan jam yang sama diseluruh Indonesia. Insya Allah santunan hingga milyaran rupiah, tahun lalu sekitar empat milyar lebih,” terang Kuswanto. Meski demikian menurut Pria kelahiran Pekalongan ini, terselenggaranya Santunan hingga menasional ini bukan karena jamaah Shiddiqiyyah itu orang-orang yang kaya. “Kita semua…

Nasional

Mediapublik.co Kediri-Prosesi jamasan Pusaka Bung Karno Presiden RI Pertama di Situs Ndalem ternyata mengandung unsur pendidikan kebangsaan. Dengan prosesi yang panjang, persiapan yang cukup dan bahan-bahan yang khusus. Inilah yang kemarin dilajani di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri Jum’at malam bulan Suro (04/08/2023). Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri mengatakan, butuh waktu sekitar satu pekan dan persiapan untuk melangsungkan ritual penyucian hingga jamasan. “Pertama kita telah melakukan ritual pelepasan warangka, baju pusaka. Kemudian setelah dilepas, pusaka direndam selama tiga hari sampai satu Minggu,” tutur Kus itu. Selama direndam, dua pusaka Presiden Soekarno yang bernama Kiai Gadakan ini diremdam dengan air campuran buah mengkudu, serta digosok memakai jeruk nipis. Lalu setelah dicuci bersih, pusaka dibilas menggunakan air kembang setaman kemudian dijemur. Selanjutnya diolesi dengan warangan, setelah itu dicuci lagi menggunakan air pronojiwo, baru kemudian dibaluri dengan minyak khusus. “Minyak khusus ini terbuat kelapa gading, tapi pembuatnya haruslah orang tua atau nenek-nenek yang sudah tidak menstruasi,” terang Kus. Setelah diberi minyak ini baru kita lakukan ujuban dan didoakan melalui slametan dengan mengundang tetangga sekitar khusus yang sudah tua dan terahir jamasan. “Kalau dahulu persiapannya harus puasa satu bulan pemuh bulan Suro dan kalau…