Nasional

Optimis Ganjar-Mahfud Menang Satu Putaran, Relawan Gajamada: Polemik Gibran Gerus Suara Prabowo

41
×

Optimis Ganjar-Mahfud Menang Satu Putaran, Relawan Gajamada: Polemik Gibran Gerus Suara Prabowo

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto : Pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto terus menjadi polemik, Jumat (11/10/2023)

Mediapublik.co JAKARTA – Pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto terus menjadi polemik. Terutama pasca Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) mencopot Anwar Usman sebagai ketua MK buntut putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia capres-cawapres. Banyak pihak lalu menyebut lolosnya Gibran sarat nepotisme dan cacat etik.

Koordinator Nasional Relawan Ganjar-Mahfud untuk Indonesia (Relawan Gajamada), Asip Irama, menyebut Gibran sebagai cawapres hasil putusan cacat moral. Ketua MK sekaligus paman Gibran, Anwar Usman, terbukti melanggar etik berat saat mengabulkan gugatan batas usia minimal capres-cawapres.

“MKMK memecat Anwar Usman sebagai ketua MK, meski tetap mempertahannya sebagai hakim non palu. Banyak orang kecewa, karena pelanggaran etik berat harusnya bersangkutan dipecat tidak hormat sebagai hakim di MK. Setidaknya, putusan MKMK menjadi bukti riil ada skandal nepotisme atas lolosnya Gibran,” terang Asip dalam keterangan tertulisnya.

“Kita dengan mudah bisa mendeteksi ada kuasa kuat oligarki yang berembuk di balik meja untuk meloloskan Gibran. Semua tahu, oligarki dan nepotisme adalah penyakit kronis demokrasi yang harus dilawan,” lanjut Asip.

Menurut Asip, meski akhirnya Gibran tetap melanggeng mendampingi Prabowo sebagai cawapres, tetapi secara elektoral justru akan menggerus suara. Pasalnya, publik Indonesia hari ini begitu cerdas untuk menilai bahwa pencalonan Gibran meski lolos secara administrasi hukum, tetapi tidak legitimate dan cacat etik.

“Putusan MKMK dengan memecat Anwar Usman itu akan berdampak pada tergerusnya suara elektoral Prabowo. Ruang publik hari ini dipenuhi kekecewaan masyarakat atas ‘cawe-cawe’ oligarki dan kuasa dinasti keluarga,” terang dia.

Apalagi, dijelaskan Asip, populasi pemilih muda hari ini mencapai hampir 60 persen dari total pemilih di Indonesia. Generasi milenial dan Gen Z lazimnya masuk pada ceruk pemilih berdasarkan program, isu sensitif, prestasi. Isu politik dinasti dan oligarki Gibran, kata Asip, kini mendapat perhatian khsus dari mereka.

“Pemilih muda umumnya rasional, bukan type pemilih sosiologis berdasar agama dan suku. Isu politik MK pada akhirnya akan membuat pemilih muda yang populasinya terbesar akan menolak pasangan Prabowo-Gibran yang dianggap punya cacat masa lalu,” terang Asip.

“Ganjar-Mahfud saya kira unggul di antara kandidat lain karena tidak ada beban moril masa lalu. Tentu ini akan sangat mudah menggaet suara pemilih swing voters dan undecided voters. Pemilih rasional dan mereka yang belum menentukan pilihannya tentu akan melirik Ganjar-Mahfud sebagai pasangan ideal,” lanjut dia.

Asip menyebut, dirinya dan tim yang tergabung dalam simpul relawan Ganjar-Mahfud untuk Indonesia atau Relawan Gajamada terus berfokus mengedukasi masyrakat tentang bahaya politik oligarki dan politik dinasti. Pendidikan politik ini sekaligus dalam rangka memperkenalkan pasangan Ganjar-Mahfud melalui sejumlah program dan terobosan politik dalam visi-misinya.

“Relawan Gajamada mendesain trayek mempopulerkan Ganjar-Mahfud melalui program kerja. Targeting Gajamada berfokus pada 3 domain, yaitu kalangan pemuda, pelajar, dan mahasiswa; kalangan awam, grasroot, dan masyarakat desa; lalu kalangan well educated, akademisi, pekerja seni,” kata Asip.

“Beda target tentu beda model kampanye. Ini penting terutama untuk melihat preferensi politik semua orang yang tentu berbeda, dan karena itu, relawan Gajamada akan adaptif untuk mengenalkan dan memenangkan Ganjar-Mahfud dengan cara meyakinkan dan mendapat simpati pemilih,” pungkas dia. (Welly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Mediapublik.co Rembang – Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo melakukan safari politik ke Kabupaten Rembang, Jawa Tengah hari ini, Kamis  (04/01/2024). Di Rembang, dengan gaya santainya Ganjar menemui kalangan petani dan nelayan. Mereka melakukan tanya jawab dengan sangat interaktif dan bersahabat. Petani Rembang merasa senang lantaran Ganjar datang memberikan harapan masalah-masalah pertanian. Selain soal kepastian ketersediaan pupuk, bibit, obat-obatan hingga stabilnya harga, Ganjar juga menjamin anak-anak mereka bisa sekolah dengan program satu keluarga miskin satu sarjana dan SMK gratis lulus langsung kerja khusus warga miskin. Agenda pertemuan dengan petani Rembang dilakukan di Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Kamis (4/1/2024). Pertemuan yang dihadiri sekitar 500 warga petani itu berlangsung di sebuah perkebunan. Pantauan media di lokasi, Ganjar dan rombongan tiba di lokasi pukul 13.00 WIB menggunakan mobil Innova berpelat nomor B 1573 DOE. Gubernur Jawa Tengah non-aktif itu mengenakan caping pemberian salah satu warga yang hadir di lokasi. Caping itu berwarna cokelat muda, bertulis ‘Petani Sulang’ pada bagian atasnya. Saat tiba di lokasi, peserta yang didominasi oleh kalangan emak-emak itu pun menyambutnya dengan antusias. Ada di antaranya yang meneriaki ‘Pak Ganjar Presiden’. Usai menyapa para petani, Ganjar kemudian duduk bersama warga membahas seputar pertanian. Perama-tama Ganjar menanyakan kenapa orang tidak tertarik…

Daerah

Mediapublik.co Jakarta – Ratusan anak muda dari berbagai latar belakang berkumpul di Jakarta Selatan. Tepatnya di halaman markas Tim Pemenangan Daerah Ganjar Mahfud DKI Jakarta di Jalan Hang Lekiu, Kebayoran Baru. Meraka berkumpul dalam rangka mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan capres dan cawapres No.3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Dengan menamakan diri mereka Duta Muda Ganjar Mahfud ( DUGM ), para generasi millenial dan Gen Z beserta Tim Pemenangan Muda (TPM) DKI Jakarta ini sepakat bergerak untuk kemenangan paslon pilihan mereka. Dalam kesempatan ini, salah satu perwakilan dari Tim Pemenangan Daerah  (TPD) DKI Jakarta, A. Wibi Wibawanto menyatakan bahwa saat ini orang muda sudah seharusnya mengambil bagian dalam gelaran politik Pilpres 2024 nanti. Dan berperan dalam momentum politik tingkat nasional maupun lokal secara fair bukan dengan memanfaatkan previledge kekuasaan. Wibi yang merupakan caleg muda PDI Perjuangan untuk DPRD DKI Jakarta juga mengatakan bahwa konsolidasi orang muda di Jakarta sudah semakin massif, terstruktur dan solid dalam mendukung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.   Robi Maulana salah satu inisiator deklarasi Duta Muda Ganjar Mahfud yang dihubungi secara terpisah mengatakan, mentum konsolidasi generasi millenial di markas TPD DKI Jakarta. Selain itu juga menandai bahwa saat ini orang muda siap melakukan perlawanan terhadap pembajakan demokrasi…

Daerah

MediaPublik.co, Jakarta | Belum lama berselang beredar video warganet, terkait aksi pencopotan baliho Ganjar Pranowo (Ganjar) oleh personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Sumatera Utara. Aksi tersebut dilakukan, Sabtu (11/11/2023), bersamaan dengan kunjungan bakal capres Ganjar Pranowo ke kota Pematangsiantar dan kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Ketua DPC PDIP, sekaligus Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Lingga, dikabarkan telah berkomunikasi dengan Walikota dan telah mendatangi markas Satpol-PP. Masalah tersebut tentu akan dapat dengan mudah diselesaikannya. Sebagai salah seorang anggota dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pematangsiantar, membuat Timbul segera menuntaskan persoalan tersebut. Baca Juga : Dugaan Keterlibatan Polisi dalam Pemasangan Baliho Prabowo-Gibran Bentuk Kecurangan Pemilu dan Harus Ditindak Tegas Pekan lalu, baliho Ganjar- Mahfud (GaMa) juga dicopot dan diturunkan Satpol- PP Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali atas instruksi Pj. Gubernur. Baliho GaMa disebut mengganggu estetika karena dipasang di tempat yang berdekatan dengan lokasi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasca berita pencopotan baliho GaMa tersebut viral, hingga ditanggapi Jokowi, baliho tersebut dikabarkan telah dipasang kembali. Kedua peristiwa pencopotan baliho tersebut membuat DPP PDIP, Partai Mitra Kerjasama Politik pengusung dan pendukung, serta Tim Kampanye Nasional GaMa bereksi. Berbagai spekulasi muncul, prasangka dan dugaan pun tidak dapat dihindari. Namun Tim GaMa harus…