Daerah

Penunjukan Pendamping Jemaah Haji dari KBIHU Kemenag Pandeglang Disinyalir Bermasalah Oleh Aktivis 

76
×

Penunjukan Pendamping Jemaah Haji dari KBIHU Kemenag Pandeglang Disinyalir Bermasalah Oleh Aktivis 

Sebarkan artikel ini

Mediaublik.co, Pandeglang – Penunjukan pendamping jemaah haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang dipersoalkan para aktivis pemerhati haji di Banten. Pasalnya, di duga ada KBIHU yang ditunjuk tidak sesuai ketentuan yang berlaku seperti tidak memiliki jemaah pendampingan haji.

“Dari hasil investigasi dan pemantau kita, dalam penunjukan pendamping haji ada dugaan ketimpangan mengenai jatah kuota untuk pendamping jemaah haji yang ada di KBIHU yang tidak memiliki jemaah haji, tetapi bisa diikut sertakan menjadi pendamping haji,” ungkap aktivis Badan Pemantau Pembangunan Provinsi Banten (BP3B) Bidang Keagamaan, Uus yang didampingi Afandi Jarkasih selaku Ketua BP3B kepada media, Senin (22/05/2023).

“Dimana Pandeglang informasi mendapatkan 4 orang pendamping jemaah haji dari 4 KBIHU yaitu Mulyajati, Al Mulya Barokah, Nur Halimah dan Manlu Menes. Kami juga akan menelusuri dugaan adanya pungli soal penunjukan pendamping haji itu,” sambungnya lagi.

Dikatakan Uus, bahwa sepengetahuan pihaknya sesuai ketentuan Kemenag Pandeglang mendapatkan kuota pendamping haji setiap KBIHU sebanyak 135 jemaah haji. Namun pada kenyataannya ketentuan itu dilanggar oleh Kasi Haji Kemenag Kabupaten Pandeglang.

“Dari hasil investigasi kita, bahwa ada 2 KBIHU yang tidak memiliki pendampingan jemaah haji, dan temuan ini akan kita laporkan kepada Dirjen Urusan Haji Kemenag RI di Jakarta,” katanya.

Hal serupa dikatakan salah satu aktivis Pandeglang, soal pengajuan atau usulan pendamping dari KBIHU yang dilakukan oleh Kasi Haji dan Umroh Kemenag Pandeglang harus ditinjau ulang kembali karena ada dugaan ketimpangan mengenai jatah kuota untuk pendamping haji tersebut.

“Kami minta Kanwil Kemenag Provinsi Banten untuk mengkaji ulang kembali soal pendamping jemaah haji dari KBIHU di Pandeglang,” tandasnya.

Selain itu, acara manasik haji tingkat Kabupaten Pandeglang disinyalir bernuansa politis. Karena dalam acara itu dihadiri oleh salah satu Bakal calon legislatif DPR RI dari PKB asal Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Banten yaitu Adung Abdurohman yang kini di Staf Khusu Kementerian Agama RI dan Calon Anggota DPD RI yang diketahui pejabat di Kanwil Kemenag Banten.

“Kami tahu datangnya dua kandidat yang akan meramaikan pesta demokrasi Pemilu ke acara manasik haji ada nuansa politis,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh pada Kantor Kemenag Kabupaten Pandeglang, H.Holid hingga saat ini belum bisa dimintai keterangannya. (dd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *