Nasional

Polres Pandeglang Serahkan Puluhan Ton Pupuk Bersubsidi Hasil Tindak Pidana ke Petani

58
×

Polres Pandeglang Serahkan Puluhan Ton Pupuk Bersubsidi Hasil Tindak Pidana ke Petani

Sebarkan artikel ini
Keterangan foto; Polres Pandeglang Serahkan Pupuk Bersubsidi ke Petani, Selasa (01/08/2023)

Mediapublik.co Banten-Satreskrim Polres Pandeglang Polda Banten menyerahkan barang bukti puluhan ton hasil tindak pidana penyalahgunaan pupuk bersubsidi kepada petani melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Shilton mengatakan, penyerahan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Pandeglang dan Pengadilan Negeri Pandeglang.

“Alhamdulillah sesuai dengan yang diharapkan kelompok petani, setelah kita melakukan koordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan maka pupuk ini akan kita salurkan ke petani,” kata AKP Shilton, Selasa (1/8/2023).

Ia menuturkan, sebanyak 500 karung dengan berat 50 Kg pupuk bersubsidi ini akan diserahkan kepada petani melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang secara gratis.

“Jadi nanti melalui Dinas Pertanian pupuk bersubsidi dengan berat 25 ton ini akan diserahkan ke petani, nanti mekanismenya seperti apa pihak dinas yang akan menyalurkan,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa 25 ton pupuk bersubsidi ini merupakan hasil pengungkapan tindak pidana penyalahgunaan pupuk bersubsidi oleh para pelaku yang diamankan beberapa waktu lalu di wilayah Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.

“Ini merupakan tindak pidana penyalahgunaan, karena pupuk ini akan dikirim dan dijual ke wilayah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sebanyak 25 ton pupuk kita amankan, dan 4 orang pelaku sudah kita proses,” jelasnya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar mengatakan bahwa sebanyak 25 ton pupuk bersubsidi ini akan disalurkan ke wilayah Kecamatan Sukaresmi, lokasi dimana puluhan ton pupuk ini diamankan.

“Pupuk ini akan kita salurkan ke petani yang ada di Kecamatan Sukaresmi, karena lokasi tersebut merupakan tempat kejadian perkara dimana 25 ton pupuk ini diamankan oleh polisi,” kata Uun.

Dan Ia menuturkan, sebanyak 25 ton pupuk bersubsidi ini akan ia salurkan kepada 6 kelompok petani di Kecamatan Sukaresmi.

“Pupuk ini akan disalurkan kepada kelompok petani, untuk penyalurannya tergantung luas lahan area pertanian mereka. Mungkin ada 50 Kg, ada mungkin yang 1 kwintal,” pungkasnya.***

(David/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Mediapublik.co Pandeglang-Kegiatan peningkatkan keterampilan dan peran petani dapat dilakukan melalui kegiatan sekolah lapang. Kegiatan ini dimaksudkan agar petani dapat meningkatkan ilmu dan keterampilannya, dengan begitu produktifitas pertanian akan meningkat. “Bukan hanya teori namun lebih kepada peraktek dilapangan, dan pada sekolah lapang ini petani diberi ilmu tentang pengolahan lahan,” demikian dikatakan Uun Junandar Sekdis Pertanian pada kegiatan sekolah lapang di Desa Sukarame Kecamatan Carita, Selasa (9/8/2023). Lebih lanjut Uun menjelaskan dalam kegiatan sekolah lapang ini para petani diajarkan cara mengolah lahan dengan membuat pupuk organik dan pestisida hayati. “Selama ini pupuk menggunakan kimia, tentu akan timbul kejenuhan pada lahan, kita coba kearah organik dengan belajar membuat biosaka sebagai elisitor tambahan nutrisi bagi tanaman padi dengan begitu akan mendukung peningkatan produksi pertanian,” jelasnya. “Pra budidaya dalam pengolahan lahan sangat postif untuk pertumbuhan padi, jika bagus tentu produksi akan meningkat,” imbuhnya. Dijelaskan Uun sekolah lapang dilaksanakan selama 4 kali, kata Uun satu pertemuan sebanyak 50 orang. “Yang akan dilatih satu kecamatan ada 200 orang semua di 35 Kecamatan ada 7000 orang yang terdiri dari pengurus kelompok tani maupun anggotanya,”tandasnya. Masih kata Uun, Pemda Pandeglang konsen dalam peningkatan kapasitas para petani dalam rangka peningkatan produktifitas pertanian. “Ibu Bupati sangat mendukung sekali pada program pertanian,…

Hukum dan Kriminal

MediaPublik.co Pandeglang-Satuan Reskrim Polres Pandeglang, Polda Banten mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Pandeglang, Banten. “Korban adalah anak tiri tersangka yang berinisial RSL berusia 17 tahun yang masih berstatus pelajar,” kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Shilton,Rabu (14/06/2023). Dia mengatakan, tersangka TH (46), warga Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten itu ditangkap atas dasar laporan ayah kandung korban pada tanggal 21 Februari 2023 lalu. “Berdasarkan laporan tersebut, hasil pemeriksaan saksi-saksi dan serta alat bukti, tersangka berhasil ditangkap tanpa perlawanan,” lanjut AKP Shilton. Dirinya menjelaskan, kronologis kejadian terakhir kali tanggal 21 Februari 2023 pukul 03.30 WIB di rumah tersangka di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang. “Tersangka mendatangi korban pada saat sedang tidur di ruang tv dan melakukan pelecehan, kemudian korban terbangun dan merasakan sakit di bagian kemaluannya. Atas kejadian itu, akhirnya korban memilih menceritakan kepada bibinya dan ayah kandungnya. Sehingga korban dan bibinya serta ayah kandung korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Pandeglang,” terang Shilton. Shilton mengungkapkan, bahwa berdasarkan keterangan tersangka, perbuatan bejat itu dilakukan sebanyak 3 kali. “Setiap perbuatan yang dilakukan oleh pelaku, pada saat ibu korban tidak berada di tempat. Tersangka berdalih jika dia Khilaf,” ungkapnya. Saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Mapolres…