Pendidikan

SMPN 1 Pandeglang Jadi Sekolah Penggerak, Guru Ikut Pelatihan Kembali

115
×

SMPN 1 Pandeglang Jadi Sekolah Penggerak, Guru Ikut Pelatihan Kembali

Sebarkan artikel ini

Mediapublik.co – Kabupaten Pandeglang menjadi kabupaten yang terdapat sekolah penggerak terbanyak di provinsi Banten, salahsatunya adalah SMPN 1 Pandeglang. Hal tersebut di sampaikan oleh Rully Purnama kepala sekolah SMPN 1 Pandeglang.

” jadi perlu saya luruskan dulu ya biar nggak salah persepsi bahwa Penghargaan itu diberikan kepada pemerintah Kabupaten Pandeglang karena merupakan Kabupaten yang paling banyak sekolah penggeraknya. Nah sekolah penggerak di Kabupaten Pandeglang itu jumlahnya 84. Paling banyak se Provinsi Banten.” Ungkap Rully menjelaskan tentang pemberian penghargaan pada beberapa waktu lalu yang di terima oleh pemerintah daerah Pandeglang. pada 31 mei 2023, di ruang tamu SMPN 1 Pandeglang.

” Nah kami SMP Negeri satu Pandeglang adalah merupakan salah satu sekolah yang mengikuti program sekolah Penggerak. perlu kami sampaikan bahwa untuk menjadi sekolah penggerak itu bukan berdasarkan hasil penunjukkan ya. Baik ditunjuk dari dinas ataupun dari pemda ataupun dari apa namanya dari balai penjamin mutu pendidikan tapi merupakan hasil seleksi. Dan Yang diseleksi nya itu adalah kepala sekolah dan alhamdulillah kebetulan berkat sukur dari Allah, saya termasuk yang lolos di program sekolah penggerak angkatan 3 ini. ” Kata Ruly.

Untuk Kabupaten Pandeglang. Tahun 2023 ini yang lolos ada 2 sekolah yaitu SMP Negeri satu Pandeglang dan SMP negeri satu Bojong. Yang sudah mulai mengikuti kegiatan pelatihan pelatihan nya. Salah satu di antaranya adalah pelatihan pelatihan komite pembelajaran di mana diikuti oleh satu kepala sekolah, kemudian satu guru dan satu guru mata pelajaran.

” Pembelajaran ini berlangsung kurang lebih selama satu bulan. Dari bulan mei sampai dengan bulan juni itu dilakukan dengan cara online jadi ada yang namanya sinkronus. Istilah baru ya, sinkronis itu artinya pembelajarannya melalui proses daring. Melalui zoom unit itu biasanya dilakukan dari 1:00 siang supaya tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar 1:00 siang sampai 4:00, kadang kadang sampai 6:00 magrib.” Ucapnya.

Rully pun mengatakan, Setelah itu ada penugasan asinkronus penugasan tapi berbasis daring jadi mengerjakan tugas tugasnya itu melalui sms learning manajemen system jadi ngisi online langsung. Tugasnya itu ada yang berupa video. Ada yang berupa power point. Nanti harus menunjukkan satu lembar kegiatan. Bahkan ia merasa seperti di prank dengan jadwal pengerjaan tugasnya.

” dan itu kalau di jadwalnya itu saya . Dalam pertemuan seperti di prank dengan asinkronus. Kenapa, karena di jadwalnya hanya ditulis 90 menit, tetapi ketika kami mengerjakan tugas itu 4 jam, jadi enggak beres beres karena sangat luar biasa. Bayangkan saja dalam satu pertemuan kadang kadang kita harus memahami satu sampai 3 buku. Jadi ada buku panduan operasional sekolah. Ada buku buku tentang profil pelajar Pancasila. Ada buku pembelajaran asesmen itu harus kita pelajari memang berat dan memerlukan Waktu, tenaga, biaya dan konsentrasi yang penuh untuk menjadi sekolah penggerak.” Kata Ruly. Seraya tertawa.

Namun demikian ia merasa bangga atas capaiannya. Yang diharapkan memberikan motivasi untuk sekolah yang lain.

” Alhamdulillah saya bangga bahwa SMPN satu ini bisa menjadi contoh buat sekolah lain bahwa kami pun tidak mau ketinggalan mau menjadi sekolah penggerak.”tuturnya.

Pada saat di tanyakan tentang pemahaman pelajar masa kini yang mana pemahaman terhadap Pancasila nya di katakan minim oleh Lanyalla Mattalitti ketua DPD RI. Rully pun mengatakan sudah sesuai dengan kurikulum sekarang yang akan menggalakkan tentang pemahaman Pancasila.

” Inilah barangkali yang berdasarkan hasil kajian para ahli, baik itu ahli di bidang pakar pendidikan, bidang kemasyarakatan, bidang politik, memang nilai-nilai Pancasila ini semakin menipis yang terutama di kalangan generasi muda. Makanya. Di dalam kurikulum yang baru ini namanya kurikulum merdeka. Ada yang namanya p 5 proyek penguatan profil pelajar Pancasila, yang isinya itu adalah membahas Pancasila, supaya Pancasila itu bukan hanya menjadi bahan hapalan siswa saja, tapi juga bisa menjadi pegangan hidup yang di aplikasikan dalam pelaksanaan sehari hari.” Ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

MediaPublik.co, CIREBON – Lapas Cirebon bersama Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Universitas Muhammadiyah Cirebon menggelar Pelatihan Neuro Linguistik Programming di Aula dan Ruang Psikoterapi Lapas Cirebon. (30/12/23). Kegiatan dihadiri oleh Kalapas Cirebon, Yan Rusmanto. Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi, Dr.Abdul Basit Attamimi. Dosen UMC, Dr.Subhan Djubaedi. Pejabat Struktural dan Jajaran, Serta Mahasiswa/i UMC dan Para Warga binaan. Diawali sambutan dari Dr.Abdul Basit Attamimi yang menyampaikan terimakasih karena berkesempatan untuk menyelenggarakan Pelatihan Neuro Linguistik Programming di Lapas Cirebon ini. Beliau diharapkan seluruh mahasiswa dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan membawa ilmu yang bermanfaat dari pelatihan ini. Kalapas Cirebon menyampaikan Terimakasih atas kerjasama yang terjalin antara Lapas Cirebon dan UMC. Mengingat ada 6 warga binaan Lapas Cirebon yang menjadi mahasiswa UMC. Beliau berharap mahasiswa kami bisa menularkan ilmunya kepada warga binaan lainnya dan menerapkan hasil pelatihan di dalam maupun saat nanti sudah bebas. Baca Juga : Tingkatkan Layanan Terhadap Warga Binaan Wartelsuspas Lapas Cirebon Resmi Beroperasi Selanjutnya kegiatan berpindah ke ruangan psikoterapi Lapas Cirebon. Dr.Subhan Djubaedi selaku Dosen dan Psikoterapist, memaparkan materi tentang NLP (Neuro Linguistik Programming) kepada para mahasiswa dan warga binaan yang ingin belajar tentang ilmu tersebut. Secara garis besar, tujuan NLP adalah membuat seseorang bisa merubah pemikiran mereka untuk membantu mencapai tujuan…

Daerah

MediaPublik.co, Bogor | Bangun Kerjasama Dengan Yayasan Anugerah Insan Residivist, Bapas Bogor Tandatangani MoU dan Adakan Kegiatan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Bagi Klien Pemasyarakatan. Sebanyak 23 orang Klien Pemasyarakatan menghadiri kegiatan Bimbingan Kemandirian di Aula Balai Pemasyarakatan Kelas II Bogor (16/11). Baca Juga : Bapas Bogor Terima Kunjungan SMK Bina Sejahtera dalam Rangka Kegiatan Project Profil Pelajar Pancasila Kegiatan ini diadakan atas kerjasama Balai Pemasyarakatan Kelas II Bogor dengan Yayasan Anugerah Insan Residivist (Yayasan AIR). Dalam kesempatan kali ini selain mengadakan pelatihan pembuatan sabun cuci, Bapas Bogor juga melangsungkan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Yayasan AIR. Kegiatan dibuka dengan penandatangan lembar MoU yang ditandatangani oleh Teolina Saragih selaku Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor dengan Yulius Adam selaku Kepala Cabang Yayasan AIR cabang Bogor Raya. Setelah penandatanganan dilakukan, Kepala Bapas Bogor memberikan plakat penghargaan untuk Yayasan AIR atas kerjasama yang terjalin. Kegiatan dilanjutkan dengan bincang-bincang antara Kepala Bapas Bogor bersama klien yang hadir. Ini Juga : Bapas Bogor Terima Penghargaan Pelayanan Publik Berbasis HAM (P2HAM) Terbaik Tahun 2023 Teolina, sebagai Kepala Bapas, menjelaskan mengenai maksud dan tujuan kegiatan ini. “Saya harap, kalian bisa menerapkan apa yang dipelajari hari ini, dan bisa jadi awal mula kalian membuka usaha, Sabun Cuci kan termasuk hal…

Daerah

MediaPublik.co, Bogor | Balai Pemasyarakatan Kelas II Bogor Gandeng Sinar Karunia Service Beri Pelatihan Dasar Teknisi AC Untuk Klien Pemasyarakatan. Pada hari ini Rabu (20/09), 25 orang Klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bogor mengikuti Pelatihan Dasar Teknisi AC/Pendingin Ruangan. Pelatihan tersebut merupakan hasil kerjasama antara Bapas Bogor dan Sinar Karunia Service yang dikelola oleh salah satu Klien Pemasyarakatan Bapas Bogor, Albino (40). Baca Juga : Peringati HUT Kemenkumham ke-78, Bapas Bogor Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat Menurut narasumber, pelatihan ini bertujuan agar peserta dapat memahami sistem kerja dan mengatasi masalah yang terjadi pada AC. Albino (40) yang merupakan pemilik usaha servis ini, membawa serta empat orang pegawainya dalam pelatihan. Peserta pelatihan akan dibekali alat-alat pembersih AC sebagai bekal praktek peserta di lapangan. Penyelenggara menyiapkan mini kompressor, kanebo, selang dan beberapa perkakas lain. Di akhir pelatihan dipilih dua orang peserta terbaik dalam mengikuti pelatihan ini. Ini Juga : Lapas Kelas IIA Gunung Sindur bersama UPT Kumham Bogor Raya Gelar Bakti Sosial Pengentasan Stunting Teolina Saragih, selaku Kepala Bapas Bogor mengapresiasi keterlibatan aktif Klien Pemasyarakatan dalam pelatihan ini. Teolina membuka kegiatan dengan memberikan semangat dan masukan yang membangun demi berdayanya Klien Pemasyarakatan di Bapas Bogor. Teolina Saragih juga mengharapkan Klien dapat menerapkan hasil pelatihan…

Daerah

Mediapublik.co Pandeglang – Beberapa bulan terakhir masyarakat Pandeglang dihadapkan pada bencana kekeringan yang melanda dibeberapa kecamatan diwilayah kabupaten pandeglang. Tentu kekeringan menjadi masalah yang sangat vital bagi masyarakat karena kebutuhan dasar seperti minum dan mandi atau kebutuhan yang lainnya susah didapatkan oleh masyarakat yang terkena dampak, Minggu (17/09/2023) Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) yang saat ini telah melaksanakan kegiatan dibeberapa wilayah kabupaten pandeglang pun ikut serta turun kelapangan untuk memberikan bantuan air bersih melalui tenaga pendamping masyarakat (TPM) dan konsultan menagemen balai (KMB) dengan membawa 8 tangki air bersih. “hari ini kami memberikan bantuan berupa 4 Tanki air bersih yang kami sebar di dua kecamatan, yaitu kecamatan Munjul dan Pandeglang,” Tutur Faizal Gelar Nugraha “Kami berharap bantuan air bersih ini bisa membantu masyarakat yang terkena dampak, dan semoga saja kekeringan ini bisa cepat teratasi,” Sambungnya “Konsultan managemen balai (KMB) Acep Supriadi menambahkan kegiatan ini kami lakukan setiap tahun ketika musim kemarau datang, dan tahun ini pun kami turun kebeberapa titik yang ada di dua kecamatan diwilayah kabupaten pandeglang,” Tutupnya. (Bule/Red) Post Views: 47